PKL Pasar Depok Jaya Pertimbangkan Pindah ke Dalam Gedung Pasar

Di sana tak laku. Padahal, bayar sewa mahal. Akhirnya berjualan di luar. Bukan dia saja yang merasa begitu.

PKL Pasar Depok Jaya Pertimbangkan Pindah ke Dalam Gedung Pasar
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pembongkaran paksa dilakukan petugas karena keberadaan PKL memakan badan jalan sehingga menyulitkan pengendara yang melintas bahkan menimbulkan kemacetan. Selain itu kios dan lapak PKL berdiri di atas saluran air. 

SEBANYAK 56 lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Depok Jaya di Jalan Nusantara, Pancoran Mas, Depok, dibongkar paksa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Rabu (19/9/2018).

Pembongkaran paksa dilakukan petugas karena keberadaan PKL memakan badan jalan sehingga menyulitkan pengendara yang melintas bahkan menimbulkan kemacetan.

Selain itu, kios dan lapak PKL berdiri di atas saluran air.

Yasmin, salah seorang PKL yang berdagang sayur mayur di sana mengaku, petugas Satpol PP Depok memberi saran agar para PKL yang kiosnya dibongkar, pindah berjualan di dalam gedung pasar.

"Lagi pikir-pikir sih atas arahannya. Soalnya kalau jualan di dalam, kita berat bayar sewanya. Di sana mahal, kalau di sini agak murah. Apalagi jualan di dalam, sepi dan gak laku," katanya yang mengaku sudah berjualan di sekitar Pasar Depok Jaya, sejak 2003 lalu, Rabu.

Menurutnya, ia sempat menyewa kios di dalam gedung pasar Depok Jaya pada 2005. Saat itu katanya, penertiban juga dilakukan Satpol PP sehingga ia mengikuti saran Pemkot Depok berjualan di dalam pasar.

"Tapi, di sana gak laku. Padahal bayar sewanya mahal. Akhirnya saya jualan di luar lagi. Bukan saya saja yang merasa begitu, sebagian besar pedagang di dalam akhirnya juga jualan di luar waktu itu," katanya.

Setelah pembongkaran ini Yasmin mengaku berencana berjualan sayur mayur dengan gerobak dan mendatangi pemukiman warga. "Pasti lebih capek sih, kalau jualan muter ke rumah-rumah warga. Tapi habisnya mau bagaimana lagi," katanya.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto mengatakan para PKL yang lapaknya dibongkar, diarahkan untuk berjualan secara legal di dalam gedung pasar. "Dari hasil kordinasi kami dengan pengelola gedung pasar, masih ada kios dan lapak yang tersedia untuk para PKL yang kami bongkar paksa ini. Jadi mereka kami arahkan berjualan di sana," kata Yayan, Rabu (19/9/2018).

Kebanyakan para PKL yang berjualan di sekitar gedung pasar dan menutup badan jalan katanya adalah pedagang sayur, pedagang buah, pedagang makanan, sembako dan pedagang kue basah.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved