Arkeologi

Pabrik Bir Tertua di Dunia Ditemukan di Israel, Natufian Membuat bir Sejak 13.000 Tahun Lalu

para arkeolog berpendapat bahwa para Natufian menyuling bir sebagai bagian dari pesta-pesta ritual untuk menghormati orang mati.

Pabrik Bir Tertua di Dunia Ditemukan di Israel, Natufian Membuat bir Sejak 13.000 Tahun Lalu
L.A. Cicero/Stanford University News Service )
Profesor Li Liu dari Universitas Stanford menemukan dan mencatat butiran pati. 

Peneliti dari Amerika Serikat dan Israel telah menemukan bukti situs pembuatan bir tertua di dunia yakni di satu gua Israel.

Para ilmuwan mempelajari tiga artefak batu berusia 13.000 tahun yang ditemukan di Gua Raqefet dekat tempat yang sekarang menjadi kota Haifa di Israel.

Residu yang tertinggal pada artefak batu itu menunjukkan tentang pembuatan gandum dan barley, serta untuk penyimpanan makanan.

Para ahli dari Universitas Stanford dan Universitas Haifa berpartisipasi dalam penelitian tersebut.

"Penemuan ini menyumbang catatan tertua tentang alkohol buatan manusia di dunia," kata Li Liu, profesor arkeologi China di Stanford.

Peta menunjukkan lokasi Gua Raqefet dan situs Natufian di Gunung Carmel; Foto lapangan dari mortir batu yang diteliti dan lantai gua; rekonstruksi fungsional dari  artefak: satu artefak batu yang digunakan untuk menyimpan tanaman dalam keranjang dengan lempengan batu di atasnya, dan artefak batuan dasar yang digunakan untuk menumbuk dan memasak tanaman dan pembuatan bir.
Peta menunjukkan lokasi Gua Raqefet dan situs Natufian di Gunung Carmel; Foto lapangan dari mortir batu yang diteliti dan lantai gua; rekonstruksi fungsional dari artefak: satu artefak batu yang digunakan untuk menyimpan tanaman dalam keranjang dengan lempengan batu di atasnya, dan artefak batuan dasar yang digunakan untuk menumbuk dan memasak tanaman dan pembuatan bir. (Journal of Archaeological Science: Reports)

Baca: 5 Temuan Top Arkeologi Indonesia 2012

Gua itu menjadi bagian dari kuburan prasejarah yang digunakan oleh orang-orang Natufia, memberikan petunjuk peran bir dalam budaya mereka.

Para arkeolog berpendapat bahwa para Natufian menyuling bir sebagai bagian dari pesta-pesta ritual untuk menghormati orang mati.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa membuat alkohol tidak selalu merupakan hasil dari surplus produksi pertanian, tetapi itu dikembangkan untuk keperluan ritual dan kebutuhan spiritual, setidaknya sampai batas tertentu, sebelum pertanian," kata Liu.

Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science: Reports, mencatat bahwa roti paling awal yang masih ditemukan baru-baru ini ditemukan dari sebuah situs Natufian di Yordania.

Roti diperkirakan sudah ada antara 11.600 dan 14.600 tahun lalu. Sedangkan bir, menurut Liu, diperkirakan sudah ada antara 11.700 hingga 13.700 tahun yang lalu.

Baca: Manfaat Astronomi Ungkap Rahasia Piramida Mesir Kuno yang Penuh Misteri

Halaman
12
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved