Ketua Umum HKTI Merinci Faktor yang Mengakibatkan Indonesia Tetap Impor Beras

Masalah utama yang dihadapi dunia pertanian Indonesia adalah mandegnya regenerasi petani.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota
Ketua Umum HKTI, Fadli Zon ungkap persoalan pelik pertanian di Indonesia. 

WAKIL Ketua Dewan Perwakilan rakyat (DPR), Fadli Zon menyebut sejumlah permasalahan tentang ketahanan pangan masih membayangi Indonesia.

Imbasnya, sejumlah bahan pokok masih harus didukung oleh produk impor saat ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Fadli Zon lewat akun @fadlizon pada Rabu (19/9/2018).

Dalam pidatonya dalam acara Asia Young Farmers Forum 2018 di NH Training Building, Buan, Korea Selatan, Selasa, (18/9/2018), Fadli Zon menyebut permasalah utama yang dialami Indonesia dalam bidang pertanian adalah tidak adanya regenerasi petani.

"Saya sampaikan bahwa masalah yang dihadapi dunia pertanian Indonesia adalah mandegnya regenerasi petani. Usia rata-rata petani di Indonesia adlhh 52-54 tahun. @DPR_RI @hkti," Fadli Zon merinci di akun media sosial miliknya.

Asia Young Farmers Forum 2018 di Korea Selatan dihadiri oleh ratusan petani muda dari puluhan negara Asia.

Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah n anggota parlemen dari Korea Selatan, Cina, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Menurut sensus, lanjutnya, jumlah petani dengan usia produktif di Indonesia mulaui dari periode 2010 hingga 2014 berkisar antara 15-29 tahun, mengalami penurunan signifikan, yaitu dari 9,3 juta, menjadi sekitar 8 juta.

Ini adalah masalah yang dialami oleh dunia pertanian Indonesia.

Hal tersebut rupanya duialami juga oleh Korea Selatan yang kini jumlah petani di bawah usia 30-an kurang dari 10.000 orang.

Artinya dengan jumlah petani yang semakin sedikit akan ada masalah dalam ketahanan dan kedaulatan pangan.

"Ada 263 juta orang yg harus makan tiga kali sehari di Indonesia. Saya ingin memberikan apresiasi yg sangat besar, ternyata para petani muda di Korea Selatan punya inisiatif yg baik dgn terus mengembangkan teknologi di bidang pertanian untuk menarik minat generasi muda thdp sektor pertanian, termasuk melibatkan teknologi digital," jelasnya.

Terkait hal tersebut, The Korea Federation of Young Farmers Association katanya juga telah berinisiatif untuk mengumpulkan dan membentuk Forum Petani Muda Asia.

Mereka pun katanya telah menyusun skenario pembangunan dan teknologi pertanian untuk mengantisipasi perubahan iklim.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved