Sopir dan Kernet Curi Material Proyek Tol Jakarta-Cikampek Elevated II

Seorang sopir dan kernet nekat mencuri material proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated II di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Sopir dan Kernet Curi Material Proyek Tol Jakarta-Cikampek Elevated II
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Polisi menyita besi yang dicuri oleh seorang sopir dan kernet dari material proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated II di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI---Seorang sopir dan kernet nekat mencuri material proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated II di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Tersangka Suryadi (21) dan Martin (22) kemudian dilaporkan ke polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Selatan Komisaris Alin Kuncoro mengatakan, kasus pencurian itu terjadi di rest area KM 34 proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, pada Jumat (7/9/2018) malam.

Baca: Jakarta Cikampek Diperbaiki Mulai Hari Ini, Pengendara Diminta Waspada

Saat itu, mereka mengambil 18 batang besi ulir sepanjang 1,20 meter dengan diameter 2,5 inchi menggunakan mobil crane bernopol B 8834 FK.

"Kedua tersangka merupakan karyawan perusahaan KTB, subcon dari PT Acset Indonesia Tbk. Tugas mereka adalah memindahkan pembatas jalan dengan mobil crane, tapi malah mengambil besi proyek," kata Alin, Selasa (18/9/2018).

Alin mengatakan, kasus ini terungkap saat dua petugas keamanan proyek bernama Maringin (45) dan Indra (36) mencurigai gelagat mereka.

Baca: Usulan Tarif Tol Jakarta Cikampek Naik, YLKI Anggap Ngawur

Para pelaku yang biasanya bertugas memindahkan pembatas jalan, justru mengambil muatan material berupa besi ulir milik proyek.

"Saat ditanya alasannya dia berkelit disuruh mandor, tapi saat dicek enggak ada yang memberi perintah mereka mengangkut besi itu. Oleh penanggung jawab proyek, kasus ini dilaporkan ke Polsek Cikarang Selatan," kata Alin.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan Iptu Jefri mengatakan, kepada polisi tersangka mengaku baru pertama kali mengambil potongan besi ulir tersebut.

Baca: Pengendara Agar Hati-hati, Ada Pengerasan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek Dinihari Ini

Dengan alasan dianggap tidak terpakai lagi, mereka kemudian mengangkut potongan besi itu untuk dijual kembali ke pedagang besi di daerah Kalimalang.

"Kira-kira harga jual besi itu sekitar Rp 800.000," kata Jefri.

Meski demikian, kata dia, kasus ini tetap diproses sebagaimana hukum yang berlaku. Akibat perbuatannya mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved