Sate Ular Diyakini Punya Sejumlah Manfaat Jadi Alasan Santapan Ini Dikonsumsi

Sebaliknya, ada anggapan jika bisa tersebut diminum, maka akan menyembuhkan penyakit.

Sate Ular Diyakini Punya Sejumlah Manfaat Jadi Alasan Santapan Ini Dikonsumsi
Nature Is Scary
Ilustrasi. 

HEWAN reptil seperti ular, selama ini, dianggap sebagai hewan yang berbahaya karena bisa dan racunnya yang dapat mematikan jika digigit oleh hewan melata ini.

Ada yang mengatakan bahwa bisa merupakan simbol kematian dan kehidupan, yang memiliki arti jika racun atau bisa ular masuk ke dalam pembuluh darah, maka akan mematikan.

Sebaliknya, ada anggapan jika bisa tersebut diminum, maka akan menyembuhkan penyakit, yang berarti memberikan kehidupan.

Setidaknya anggapan itu menjadi anggapan yang dipercaya sebagian kalangan.

Lebih dari 60% bagian dari ular dimanfaatkan seperti daging, kulit, bahkan racunnya sekaligus.

Khasiat dari daging ular banyak digunakan sebagai obat alternatif dari beberapa penyakit seperti penyakit kulit, kanker, kolestrol, asma, bahkan kecantikan.

“Biasanya, orang mencari sate ular ini untuk alasan kesehatan kaya penyakit kulit, asma dan banyak lagi deh,” ungkap Didi, sebagai anak sekaligus yang membantu menjual sate ular di Pasar Lama Tangerang, Senin (17/9/2018).

Daging ular yang dijual biasanya adalah daging ular cobra dan daging ular sanca.

Keduanya memiliki tekstur yang berbeda, daging ular cobra lebih sulit dikunyah dan harus menggunakan usaha lebih besar, sedangkan daging ular sanca lebih mudah untuk dikunyah serta dagingnya seperti daging ayam.

Selanjutnya adalah darah ular, konon, darah ular dapat menghaluskan kulit dan menghindarkan dari jerawat.

Darah cobra biasanya diracik lagi menggunakan ramuan yang bahannya merupakan turun temurun dari leluhur.

“Darah cobra diminumnya ada pake ramuan yang bahan dari leluhur gitu ya biar nggak amis gitu sih dan buat badan hangat,” kata Leti, selaku penjual Sate Ular di kawasan Pasar Lama Tangerang.

Meski demikian, belum ada uji ilmiah terkait anggapan tersebut.

Bahkan lemak ular digunakan sebagai salep atau krim untuk menyembuhkan luka bakar, atau luka lainnya.

Yang terakhir adalah kulit ular sudah banyak yang mengetahui bahwa kulit ular digunakan untuk dunia fashion dan terjual mahal di pasaran.

Hanya dengan merogoh kocek 10 ribu sampai 70 ribu saja, bisa menikmati sajian unik sekaligus sebagai obat.

Dengan harga yang terjangkau, masyarakat banyak menggunakan cara ini sebagai pengobatan alternatif. (Brenda Eka Kristiana - PKL 3)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved