Penjambretan

Penjambret Nekat Rebut Tas Mahasiswi Demi Kebutuhan Hidup Sehari-hari

"Korban memberikan peran karena kelengahannya, bermain handphone dan tidak lihat kiri kanan."

Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Dua pelaku penjambretan terhadap mahasiswa di depan UIN, di Mapolres Tangerang Selatan, Senin (17/9/2018). 

WARTA KOTA, SERPONG --- Motif pelaku penjambretan terhadap mahasiswi di depan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) demi kebutuhan hidup.

"Buat kebutuhan sehari-hari," ucap IM alias Maing (23), pelaku penjambretan, di Mapolres Tangerang Selatan, Senin (17/9/2018).

Demi memenuhi kebutuhannya, Maing nekat beraksi merebut paksa tas atau ponsel korban yang saat itu korban sedang berada di pinggir jalan, Senin (3/9/2018).

Baca: Penjambretan di Depan Kampus Bikin Mahasiswi UIN Jakarta Resah

"Sasarannya perempuan lagi jalan," ucap Maing yang menjadi salau satu dari dua pelaku perampokan di depan UIN tersebut.

Wakapolres Tangsel, Kompol Arman menjelaskan bahwa terjadinya penjambretan itu karena korban secara tidak sadar 'ikut andil' dalam peristiwa tersebut.

"Korban memberikan peran karena kelengahannya, bermain handphone dan tidak lihat kiri kanan," kata Kompol Arman.

Dalam pengungkapan kasus penjambretan mahasiswi tersebut, petugas meringkus dua pelaku yakni Maing sebagai joki  dan AM (17) sebagai eksekutor.

Petugas juga mengamankan penadah ponsel, RS (36). RS biasa menampung barang curian hasil aksi Maing dan AM.

Baca: Kaki Kiri Pelaku Penjambretan di Menteng Ditembak karena Melawan Petugas

Maing dan AM merupakan pelaku penjambretan yang tidak segan-segan melukai korbannya seperti penjambretan di UIN yang menyebabkan korban.

Peristiwa yang terjadi pada 3 September 2018 itu, korban berusaha mempertahankan tasnya sehingga mengalami luka akibat terseret.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved