Pemda DKI akan Kampanye Soal Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan
Penggunaan kantong plastik kresek sudah lama dijadikan dalih terkait tidak ramah lingkungan.
Penulis: |
ADANYA penggunaan kantong plastik kresek sudah lama dijadikan dalih terkait tidak ramah lingkungan.
Bahkan, untuk menekan penggunaan tas kresek, di supermarket sempat diharuskan membeli Rp 200/kantong.
Namun, kebijakan itu akhirnya tidak bertahan lama.
Kantong plastik kembali gratis.
Apalagi, di pasar tradisional.
Tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup DKI mencoba menekan penggunaan tas kantong kresek.
Caranya dengan melakukan pengawasan penggunaan kantung belanja yang ramah lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Isnawa Adji mengatakan, selama ini, terutama di pasar tradisional masih banyak menggunakan tas kresek yang tidak ramah lingkungan.
Artinya sulit diurai.
Selain itu, juga mengandung zat karsinogen.
Zat karsinogen merupakan zat yang ditenggarai sebagai penyebab kanker.
Untuk melakukan kampanye bahaya penggunaan plastik sekaligus melakukan kegiatan pengawasan penggunaan kantung belanja ramah lingkungan, dalam anggaran perubahan 2018, Dinas LH mengajukan dana Rp 204 juta.
"Kresek kan ada zat karsinogennya. Kita mau kasih plastik ramah lingkungan yang bisa diurai. Sekaligus mengampanyekan bahaya penggunaan plastik kresek," ujar Isnawa, saat rapat perubahan di gedung DPRD, Senin (17/9/2018).
Rencananya, akan ada pengawasan di pasar terkait penggunaan kantung ramah lingkungan.
Namun, bentuk pengawasannya belum disebutkan.
Sementara itu, kalangan DPRD DKI Jakarta menyambut baik kegiatan tersebut.
Bahkan, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik sempat meminta agar Dinas LH menambah pos biaya tersebut.
Harapannya, kegiatan tersebut agar lebih massif, sehingga dampaknya terasa.
Namun, sementara ini, Dinas LH tetap mengajukan dana Rp 204 juta dulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kresek_20180917_195457.jpg)