Ketua Golkar Depok Dituding Sunat Dana Saksi Pilgub Jabar

Ratusan kader, pengurus, anggota dan simpatisan Partai Golkar Kota Depok melakukan aksi unjuk rasa dan mengepung gedung Kantor DPD

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ratusan kader, pengurus, anggota dan simpatisan Partai Golkar Kota Depok melakukan aksi unjuk rasa dan mengepung gedung Kantor DPD Partai Golkar Kota Depok di Jalan Boulevard GDC, Cilodong, Kota Depok, Senin (17/9/2018). Mereka menuntut Ketua DPD Golkar Depok, Farabi El Fouz A Rafiq turun dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Depok karena tilep dana saksi dan sewenang-wenang. 

RATUSAN kader, pengurus, anggota dan simpatisan Partai Golkar Kota Depok melakukan aksi unjuk rasa dan mengepung gedung Kantor DPD Partai Golkar Kota Depok di Jalan Boulevard GDC, Cilodong, Kota Depok, Senin (17/9/2018).

Mereka menuntut Ketua DPD Golkar Depok, Farabi El Fouz A Rafiq turun dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Depok.

Ratusan kader, pengurus, anggota dan simpatisan Partai Golkar Kota Depok melakukan aksi unjuk rasa dan mengepung gedung Kantor DPD Partai Golkar Kota Depok di Jalan Boulevard GDC, Cilodong, Kota Depok, Senin (17/9/2018). Mereka menuntut Ketua DPD Golkar Depok, Farabi El Fouz A Rafiq turun dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Depok karena tilep dana saksi dan sewenang-wenang.
Ratusan kader, pengurus, anggota dan simpatisan Partai Golkar Kota Depok melakukan aksi unjuk rasa dan mengepung gedung Kantor DPD Partai Golkar Kota Depok di Jalan Boulevard GDC, Cilodong, Kota Depok, Senin (17/9/2018). Mereka menuntut Ketua DPD Golkar Depok, Farabi El Fouz A Rafiq turun dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Depok karena tilep dana saksi dan sewenang-wenang. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Alasannya Farabi yang merupakan anak penyanyi dangdut legendaris A Rafiq itu, dianggap sewenang-wenang dengan merencanakan pemecatan sepihak ke beberapa pengurus kecamatan Partai Golkar Depok serta dituding menilep dana saksi dalam Pilgub Jabar lalu hingga Rp 300 Juta.

Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Cilodong, Tuti Alawiyah mengatakan Farabi telah melakukan pelanggaran dengan merencanakan pemecatan secara sepihak kepada beberapa PK partai Golkar di wilayah Depok.

"Jadi dia sudah sangat melanggar aturan dan instrusksi DPW Golkar Jabar. Pada tanggal 12 Agustus 2018, DPD Golkar diberi surat untuk tidak memecat PK di wilayah. Namun, faktanya beliau memecat PK yang tidak sependapat dengan dia," kata Tuti, Senin.

Ia menuturkan, ada empat orang PK Golkar yang dipecat termasuk dirinya.

Selain itu, menurutnya Ketua Fraksi Golkar di DPRD Depok, juga diganti secara sewenang-wenang.

"Farabi menempatkan saudara-saudaranya sebagai Bacaleg di urutan ke satu. Sedangkan kita yang sudah berjuang selama 20 tahun, tidak dihargai sama sekali oleh beliau," kata Tuti.

Selain itu massa juga menuding Ketua DPD Golkar Depok Farabi telah menyunat anggaran untuk saksi dalam Pilgub Jabar lalu. Dana saksi dari Golkar Jabar sebesar Rp 360 Juta yang diberikan ke DPD Golkar Depok untuk disampaikan ke saksi lewat PK, hanya Rp 36 Juta saja yang diberikan.

"Sementara sisanya sebesar Rp 300 Juta, disunat oleh Farabi," kata Tutim

Ia mengatakan untuk satu saksi dianggarkan Rp 100 Ribu. Namun pada kenyataannya yang dibayarkan hanya Rp 20 Ribu, saja.

"Jadi dana itu disunat Rp 80 Ribu per saksi. Padahal Kang Dedi (Dedi Mulyadi) telah menganggarkan dana sebesar Rp 360 Juta, sedangkan yang diberikan kepada PK Rp 36 Juta, dan Rp 300 Juta dimakan Farabi," katanya.

Tuti menegaskan, kedepan pihaknya akan mengadakan musdalub untuk mengganti pimpinan DPD Golkar Depok.

"Ini kita lakukan, agar Partai Golkar Depok lebih baik lagi, ke depan," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved