Soal Iklan Jokowi di Bioskop, Pengamat : Presiden Perlu Benahi Manajemen Komunikasi Pemerintah

IKLAN pembangunan bendungan yang ditayangkan Kementerian Komunikasi dan Informasi di bioskop menuai pro dan kontra.

Soal Iklan Jokowi di Bioskop, Pengamat : Presiden Perlu Benahi Manajemen Komunikasi Pemerintah
HAMDI PUTRA
Pakar Komunikasi Politik, Emrus Sihombing 

Jika isi sebuah iklan berdasarkan fakta dan data, menurutnya tidak ada masalah. Sebab, hal itu sebagai kewajiban bagi Kemenkominfo memproduksi iklan tersebut dalam rangka menyampaikan capaian-capaian pembangunan kepada masyarakat dengan menggunakan berbagai media komunikasi, termasuk di dalamnya media bioskop.

Lagi pula, tugas semua kementerian dan instansi pemerintah sesuai dengan bidang masing-masing menyampaikan kepada publik apa yang telah dan akan dikerjakan.

Hal ini senafas dengan UU tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain itu, pemerintah juga berkewajiban memenuhi hak seluruh rakyat Indonesia untuk mengetahui program pembangunan.

Lain halnya, bila dalam suatu iklan tertentu ada dugaan tidak berbasis fakta dan data. Pada kondisi semacam ini, perlu dilakukan wacana publik untuk saling menguji validasi fakta dan data dari para pihak.

Data siapa yang benar dan data siapa yang boleh jadi sebagian kurang benar. Jika ditemukan data yang kurang benar dari salah satu atau semua pihak, hal tersebut potensi sebagai kebohongan publik.

Iklan layanan masyarakat yang berbasis fakta dan data, termasuk dari Kemenkominfo yang memproduksi iklan keberhasilan pembangunan, dikatakan Emrus Sihombing justru harus terus digelorakan kapan saja, baik sebelum, sedang dan setelah kampanye politik dalam rangka pemilu. Bahkan tidak hanya melalui media bioskop, tetapi juga di berbagai media lainnya.

"Dengan demikian, bisa dimaknai bahwa penyampaian program pembangunan sama sekali tidak ada kaitannya dengan tahun dan kampanye politik. Jadi, tidak hanya menjelang berakhirnya masa pemerintahan, apalagi mendekati tahun politik," kata Emrus Sihombing.

Penulis:
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved