Setelah Operasi Angkat Peluru, Istri yang Ditembak Suaminya Pakai Airsoft Gun Sudah Pulang ke Rumah

Sebelumnya, korban sudah menjalani operasi untuk mengangkat peluru gotri yang bersarang di dadanya.

WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Lokasi penembakan yang dilakukan Deni Hidayat terhadap istrinya, Yunita. 

YUNITA (24), wanita yang ditembak oleh suaminya sendiri, Deni Hidayat (29), menggunakan airsoft gun, kondisinya sudah membaik.

Sebelumnya, korban sudah menjalani operasi untuk mengangkat peluru gotri yang bersarang di dadanya.

Kakak korban, Muhammad Samin (45) mengatakan, kondisi adiknya sekarang mulai membaik, seiring rampungnya operasi yang dilakukan untuk mengangkat peluru gotri yang bersarang di dadanya.

Baca: Setya Novanto: Sekarang Saya Sudah Susah, Tidak Ada Orang-orang yang Dekat Lagi

“Alhamdulillah, kondisinya sudah mulai membaik. Dia kan dioperasi Hari Rabu (12/9/2018) kemarin,” ucap Samin, Sabtu (15/9/2018).

Samin menceritakan, setelah menjalani perawatan di RSUD Koja, Jakarta Utara sejak Minggu (9/9/2018) silam, Yunita kini sudah kembali ke kediamannya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Sekarang sudah di rumah, pulang dari rumah sakit Hari Kamis (13/9/2018) sore,” ujarnya.

Baca: Dewan Transportasi Kota Jakarta Usulkan Harga Tiket LRT Rp 10.800

Meski demikian, Samin mengatakan Yunita masih harus beristirahat total di rumahnya. Samin menambahkan, dengan kondisi tersebut, Yunita belum bisa kembali bekerja seperti biasanya.

“Kalau aktivitas normal kerja gitu belum bisa, masih agak nyeri di dadanya. Tapi kalau di rumah aktivitas biasa aja, masih boleh,” jelas Samin.

Sebelumnya, Deni Hidayat tega menembak istrinya sendiri, Yunita (24), pakai airsoft gun. Penyebab aksi nekat Deni pun sepele, pelaku tidak terima motornya dijatuhkan setelah sang istri kesal tidak dijemput kerja.

Baca: Nur Mahmudi Ismail Pulang dari Kantor Polisi dengan Wajah Kelelahan dan Berjalan Agak Pincang

Aksi tersebut dilakukan pelaku di belakang rumahnya di Jalan Jati I, RT 02/10, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Deni sempat menembakkan airsoft gun miliknya sebanyak tiga kali.

Setelah lima hari kabur, pelaku berhasil diringkus pada Kamis (13/9/2018) lalu. Pelaku dijerat pasal 44 ayat (2) UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang PKRDT, dan pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved