Total Tunggakan Sewa Rusunawa di DKI Jakarta Capai Rp 27 Miliar

Meli Budiastuti mengakui total tunggakan penghuni rumah susun sewa di Jakarta mencapai Rp 27,8 miliar hingga Juli 2018.

Total Tunggakan Sewa Rusunawa di DKI Jakarta Capai Rp 27 Miliar
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Rusunawa Tambora, Jakarta Barat. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Meli Budiastuti, mengakui total tunggakan penghuni rumah susun sewa di Jakarta mencapai Rp 27,8 miliar hingga Juli 2018.

Meli mengatakan, tunggakan itu terdiri dari sewa unit rusunawa, air, dan listrik.

Baca: Usulan Pemutihan Tunggakan Sewa Rusunawa, Penunggak Harus Mengajukan Permohonan ke Gubernur DKI

"Soal data tunggakan retribusi sewa rusunawa sampai dengan Juli 2018 kurang lebih Rp 27,8 miliar. Diluar tunggakan retribusi sewa ada tunggakan dipembayaran listrik unit rusun sebesar Rp 1,3 miliar. Tunggakan pembayaran air unit rusun Rp 6,9 miliar, sekaligus denda diatas tunggakan dari penghuni Rp 7,9 miliar," kata Meli, Jumat (14/9/2018).

Menurut Meli, tunggakan terbesar saat ini dari masyarakat terprogram (relokasi) atau terkena penertiban pembangunan sarana prasarana kota, yang direlokasikan ke rusunawa rata-rata sejak tahun 2015.

Baca: Mohamad Taufik Usul Pemutihan Tunggakan, Penghuni Rusunawa Bakal Sujud Sukur

"Tercatat menunggak itu 24 lokasi atau 16.575 unit. Selain itu, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah dan Peraturan Gubernur di No 111 Tahun 2014 tentang mekanisme penghunian rusunawa jika tiap penghuni wajib retribusi. Maka dikenakan denda tunggakan setiap bulannya yang sekitar dua persen setiap bulan. Jadi mengenai denda tunggakan Rp 7,9 miliar," katanya.

Penulis:
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved