Ferdinand Hutahean Buktikan Alasan Pemimpin Indonesia Harus Fasih Berbahasa Inggris

Menurutnya, seorang presiden harus dapat menjadi pemimpin kelompoknya maupun kelompok lainnya.

Ferdinand Hutahean Buktikan Alasan Pemimpin Indonesia Harus Fasih Berbahasa Inggris
Instagram
Presiden Jokowi di istana kuno Korsel 

KEPALA Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean menyebut Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 bukan hanya mencari presiden semata, tetapi seorang pemimpin yang membanggakan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferdiand lewat akun twitternya @LawanPolitikJW pada Jumat (14/9/2018).

Menurutnya, seorang presiden harus dapat menjadi pemimpin kelompoknya maupun kelompok lainnya.

"Pilpres nanti kita mencari Presiden yang sekaligus Pemimpin. Pemimpin itu jg bukan hanya pemimpin bagi kelompoknya, tp pemimpin semua kelompok. Dan lbh parah lagi, bila bg kelompoknya sj pun ternyata bkn pemimpin tp hanya petugas. Bangsa besar ini butuh pemimpin, bkn petugas," tulisnya pada JUmat (14/9/2018). 

Pentingnya seorang pemimpin menguasai berbagai bahasa, khususnya bahasa inggris ditunjukkannya lewat video kunjungan Jokowi dalam acara World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, Hawaii pada Kamis (13/9/2018) kemarin.

Video yang diunggah oleh Uda Tamburin lewat akun @laskar_minang itu merekam pertemuan Joko dengan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull.

Dalam video tersebut, Jokowi terlihat hanya mengangguk dan tersenyum, tidak membalas pernyataan Malcom yang memuji dirinya sebagai contoh pemimpin di dunia.

Hal tersebut disampaikan Ferdinand menjadi bukti jika Jokowi tidak dapat berkomunikasi dengan baik.

"Dari sudut pandang kamera yg beda, terlambatnya sambutan salaman itu coba lihat. Knp kira2? Apakah karena tdk ngerti yg diomongin si bule? Atau knp?," ungkap Ferdinand. 

Terkait hal tersebut, usulan Tim Pemenangan Prabowo-Sandi menurutnya sangat tepat. Walaupun disampaikannya Debat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengatur ketentuan tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved