Wawan Kurniawan Tidak Terima Aturan Hukum Manusia Usai Divonis 11 Tahun

Vonis disampaikan di Ruang Kusumah Atmadja Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat.

Wawan Kurniawan Tidak Terima Aturan Hukum Manusia Usai Divonis 11 Tahun
Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Terdakwa terkait kasus terorisme di Riau, Wawan Kurniawan menghadiri dan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (12/9/2018). 

Wawan Kurniawan alias Abu Afif alias Ustaz Wawan, divonis selama 11 tahun dibui lantaran terbukti bersalah di dalam penyerangan di kantor polisi.

Selain itu, terkait dengan pembuatan bom serta pelatihan semimiliter, yang dilaksanakan di Kabupaten Kampar, Riau.

Vonis ini langsung dikatakan oleh Hakim Utama Soehartono, S.H, M.H, di dalam sidang vonis di Ruang Kusumah Atmadja Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat pada Kamis (13/9/2018).

"Dengan ini majelis hakim menyatakan bahwa Wawan Kurniawan alias Abu Afif alias Ustaz Wawan telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana terorisme. Kedua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Wawan Kurniawan alias Abu Afif alias Ustad Wawan tuntutan penjara selama 11 tahun," terang Soehartono di ruang sidang.

Kemudian, di dalam sidang majelis hakim juga putuskan apabila barang bukti juga diserahkan dan diperuntukkan untuk beberapa tersangka dengan kasus serupa, yang akan jalani sidang selanjutnya.

Antara lain, Yoyok Handoko alias Abu Zaid, Beni Samsu alias Abu Ibrohim (meninggal saat kericuhan di Rutan Mako Brimob), Handoko alias Abu Buchori, dan juga Nanang Kurniawan alias Abu Aisha.

Setelah membacakan vonis, Soehartono juga sempat memberikan kesempatan kepada Abu Afif, apakah menerima atau akan mengajukan banding terkait putusan itu.

Namun, Abu Afif di ruang sidang dengan lantang menyatakan jika dirinya tidak mengakui vonis tersebut.

Dirinya yang disebut-sebut sebagai provokator kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok itu juga mengatakan, dirinya tak mempercayai aturan hukum yang dibuat oleh manusia.

"Saya tidak terima dengan keputusan ataupun pembelaan dan aturan hukum yang dibuat manusia," ucapnya sembari ancungkan jari telunjuknya di ruang sidang.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved