Jimly Asshiddiqle Datang, Agustinus Woro Mau Turun dari Atas Reklame: Saya Haus Pak

Jimly Asshiddiqle Datang, Agustinus Woro mau turun dari atas reklame: Saya haus pak.

Jimly Asshiddiqle Datang, Agustinus Woro Mau Turun dari Atas Reklame: Saya Haus Pak
Warta Kota/Joko Supriyanto
Setelah menghebohkan masyarakat dengan aksinya memanjat papan reklame di simpang Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kini Agustinus Woro berhasil turun, Kamis (13/9/2018). 

PASAR REBO. WARTA KOTA---Setelah menghebohkan masyarakat dengan aksinya memanjat papan reklame di simpang Pasar Rebo, Jakarta Timur, Agustinus Woro berhasil turun.

Sebanyak tiga petugas Damkar dari Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur memanjat papan reklame untuk mengevakuasi Agustinus Woro.

Sebelum dilakukan evekuasi terlebih dahulu dilakukan negosiasi kepada Agustinus Woro.

Baca: Setelah Dua Hari, Agustinus Woro Diturunkan: Warga Sedih Simpang Pasar Rebo Tak Lagi ramai

Kehadiran Prof Jimly Asshiddiqle juga salah satu permintaan dari Agustinus sehingga membuat Agustinus mau untuk turun.

Kasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, mengatakan, pihaknya selama dua hari sempat mengalami kesulitan untuk melakukan evakuasi.

Setelah dilakukan negosiasi dan dihadirkannya Prof Jimly Asshiddiqle, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Agustinus Woro bersikap koopertif dan mau turun.

"Proses cukup alot karena selama dua hari lakukan negosiasi. Setelah dihadirkan Prof Jimly Asshiddiqle, permintan Agustinus akhirnya ia mau untuk turun," kata Gatot, Kamis (13/9/2018).

Gatot mengatakan, saat proses evakuasi, kondisi Agustinus Woro sudah lemas, sehingga dirinya mengunakan alat seperti tali untuk membantu menurunkan Agustinus dari papan reklame yang ia panjat.

"Tadi saat kami evakuasi kondisinya lemas, dia bilang kalau dia haus. Setelah kami kasih air, ternyata kurang, mungkin karena dua hari diatas jadi fisiknya lemah," katanya.

Baca: Agustinus Woro Berulah Lagi, Kini Panjat Papan Reklame di Pasar Rebo Sambil Lempar Surat Kaleng

Sementara Prof Jimly Asshiddiqle mengatakan, aksi Agustinus merupakan luapan masalahnya yang hingga saat ini tidak terselesaikan atau tidak ada kejelasan.

Jimly mengatakan, keponakan Agustinus meninggal tanpa ada kejelasan penyebabnya, bahkan ia sudah berusaha kebeberapa lembaga untuk meminta bantuan.

"Dia mengungkapkan semua masalahnya, keponakannya itu meninggal tak ada kejelasan. Apa meninggal dibunuh. Dia sudah lapor ke mana-mana, tapi tidak ada kunjung penyelesaian," katanya.

Mantan Ketua MA, Jimly Asshiddiqle, datang ke Pasar Rebo untuk meminta Agustinus Woro turun dari atas papan reklame di Pasar Rebo, Kamis (13/9/2018).
Mantan Ketua MA, Jimly Asshiddiqle, datang ke Pasar Rebo untuk meminta Agustinus Woro turun dari atas papan reklame di Pasar Rebo, Kamis (13/9/2018). (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Ia berharap ini menjadi perhatian pejabat-pejabat agar sebaiknya, jka ada yang mencari keadilan, layanilah dengan baik jangan dibiarkan begitu saja.

"Kalau ada masalah mari selesaikan sebaik-baiknya. Tapi sebaliknya siapa saja yang jadi pejabat layanilah kebutuhan para pencari keadilan dengan sebaik-baiknya. Jangan biarin ada orang seperti Pak Agustinus," katanya.

Setelah proses evakusasi Agustinus akan dibantu membuat laporan atau kebutuhannya di kantor kepolisian. Selanjutnya besok akan diupayakan untuk dilakukan pertemuan di Komnas HAM.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved