Ada 142 WNI dan 12 WNA Terjaring Bidug di Cakung

Operasi bina kependudukan (Biduk) di Apartemen Sentra Timur Resindence Jalan Sentra Primer Timur RT.005/RW.08 Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Ada 142 WNI dan 12 WNA Terjaring Bidug di Cakung
Warta Kota/Joko Supriyanto
Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama Sudin Pendudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Timur mengelar operasi bina kependudukan (Biduk) di Apartemen Sentra Timur Resindence. 

PEMERINTAH Kota Jakarta Timur bersama Sudin Pendudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Timur mengelar operasi bina kependudukan (Biduk) di Apartemen Sentra Timur Resindence Jalan Sentra Primer Timur RT.005/RW.08 Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 95 Tahun 2016 dengan tujuan sebagai upaya pembinaan kepada masyarakat tentang arti pentingnya administrasi serta bagian usaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peraturan administrasi kependudukan.

Wali Kota Jakarta Timut, Anwar mengatakan bahwa sasaran Biduk sendiri terfokus terhadap penduduk tetap maupun penduduk tidak tetap (WNI/WNA).

Adapun pihaknya menyasar pada kelima tower apartemen diantaranya, tower abu abu, kuning, hijau, ruby dan oranye yang diduga sebagai kantong-kantong penduduk pendatang yang disinyalir masih banyak yang belum mematuhi peraturan kependudukan.

"Pada kesempatan ini sebanyak 128 warga mendapat pelayanan administrasi Dukcapil dengan diberikan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS) serta dua orang tanpa identitas dikarenakan masih dibawah umur. Kemudian, sebanyak 12 orang WNA terjaring diantaranya tidak memiliki paspor," kata Anwar, Rabu (12/9/2018).

Menurut Anwar, dalam kegiatan ini pihaknya ingin mengajak kepada masyarakat khususnya warga Jakarta Timur agar sadar administrasi kependudukan.

Tentunya jika ada pelanggaran maka pihaknya akan melakukan pembinaan kepada warga yang melanggar.

"Untuk pendatang yang sifatnya sementara diharapkan dapat melapor ke kelurahan setempat nanti akan dilakukan pendataan, dan diberikan identitas sementara," katanya.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sudin Dukcapil Kota Jakarta Timur Enap Hanapi binduk ini merupakan yang ke 10 kalinya di tahun 2018. Apartemen yang berlokasi di sisi timur Tol JORR ini menjadi sasaran binduk karena ditengarai banyak warga pendatang dan warga negara asing (WNA).

"Apartemen menjadi sasaran Binduk karena banyak warga pendatang dan WNA, apalagi lokasinya tak jauh dari Terminal Pulogebang. Kita lakukan pembinaan pada penghuni apartemen agar tertib administrasi kependudukan," katanya.

Menurutnya, dari 142 orang yang dilayani di antaranya 128 orang warga luar DKI sehingga dibuatkan surat keterangan domisili sementara (SKDS), sementara dua orang tidak membawa identitas.

Selain itu ada 12 orang WNA juga yang didata.

"Setelah didata itu kita serahkan ke kantor imigrasi," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved