Kilah Masri Jadi Pencuri dengan Modus Kempes Ban Demi Beli Obat Diabetes

Aksinya sebagai pencuri dengan modus kempes ban semata-mata untuk membeli obat sakit diabetes yang dideritanya.

Kilah Masri Jadi Pencuri dengan Modus Kempes Ban Demi Beli Obat Diabetes
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Petugas Polsek Metro Penjaringan ungkap kasus pencurian dengan modus kempes ban. 

ADA Sedikitnya dua dari tujuh pelaku pencurian dengan modus kempes ban, Zulkifli (43) dan Masri (40) ditangkap jajaran Polsek Metro Penjaringan usai di SPBU Shell Pantai Indah Kapuk (PIK), Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Masri menceritakan, aksinya sebagai pencuri dengan modus kempes ban semata-mata untuk membeli obat sakit diabetes yang dideritanya.

Pasalnya upah sebagai sopir gelap taksi bandara masih kurang untuk membeli obat.

“Saya sehari-harinya kerja jadi sopir taksi gelap bandara. Ini hasilnya buat beli obat sakit gula. Mau beli obat, kerjaannya nggak netap,” ujar Masri, Senin (10/9).

Masri mengaku penyakit diabetes yang dideritanya selama ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

Sementara, agar bisa sembuh dan mengontrol kadar gula darah, Masri harus rutin mengonsumsi obat.

Sementara itu pelaku lainnya, Zulkifli mengaku tidak mengetahui kunjungannya dari Palembang ke Jakarta berujung penangkapan.

Pria yang pernah dipenjara karena kasus serupa itu mengklaim bahwa dirinya dijebak oleh teman-temannya.

Zulkifli menuturkan apabila aksinya kali ini merupakan yang pertama kalinya sejak mendekam di penjara. Aksi serupa pernah ia lakukan beberapa waktu lalu hingga membuatnya mendekam selama 1,5 tahun di penjara.

“Saya ke sini mau kerja. Saya baru lima hari diajak ke sini. Nggak tahu kalau mau kerja kayak gini. Baru sekali, satu tahun setengah (di penjara),” ucapnya.

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar mengatakan para pelaku lainnya yang berjumlah lima orang yakni AGS, HBL, DW, BS, dan UJ saat ini masih dalam proses pengejaran jajaran Polsek Metro Penjaringan.

“Tujuh pelaku ini semua asli Palembang, kemudian ini (Zulkifli) residivis dan sudah pernah ditahan di Palembang, kasus serupa. Salah satu pelaku berdomisili di Jakarta dan pas mau beraksi, dia menghubungi teman-temannya,” tuturnya.

Atas perbuatannya, Zulkifli dan Masri dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana 7 tahun penjara.

Adapun barang bukti utama yang diamankan yakni uang tunai Rp 1,4 juta, 8 lembar uang 100 Dollar AS, 5 unit handphone, dan 29 paku payung.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved