Tak Penuhi Panggilan Polisi, Tersangka Korupsi Jalan Nangka di Depok Justru Pergi ke Cirebon

Mantan Sekda Kota Depok Harry Prihanto meminta pemeriksaan dirinya ditunda sampai pekan depan.

Tak Penuhi Panggilan Polisi, Tersangka Korupsi Jalan Nangka di Depok Justru Pergi ke Cirebon
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kuasa hukum Sekda Depok Harry Prihanto, Ihsan Rangkuti. 

Sebelumnya Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto menuturkan pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan kepada kedua tersangka kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok, yakni eks Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto.

Pemanggilan pemeriksaan ini adalah yang pertama sejak keduanya berstatus tersangka 20 Agustus 2018 lalu.

Keduanya kata Didik.dijadwalkan untuk kembali diperiksa penyidik terkait kasus tersebut, pada pekan ini yakni Rabu (5/9/2018) dan Kamis (6/9'2018).

Dimana Harry Prihanto dijadwalkan diperiksa penyidik Rabu (5/9/2018) sementara Nur Mahmudi, Kamis (6/9/2018).

"Ini panggilan pertama kepada mereka sebagai tersangka. Jika mereka tak datang tanpa ada alasan yang jelas, maka sesuai mekanisme dan prosedur hukum yang ada, kami akan melayangkan surat panggilan kedua," kata Didik.

Namun jika pada pemanggilan kedua, mereka juga tak datang seperti yang dijadwalkan serta juga tanpa ada alasan yang jelas, menurut Didik pihaknya akan melakukan pemanggilan berikutnya sekaligus penjemputan paksa terhadap keduanya.

"Jadi mekanismenya seperti itu. Setelah dua kali.pemanggilan tak datang dengan alasan yang jelas, maka bisa dilakukan jemput paksa," katanya.

Namun Didik berharap Nur Mahmudi dan Harry Prihanto mau menjalani proses hukum dan memenuhi panggilan polisi sesegera mungkin.

"Sebab ini untuk kebaikan mereka juga, agar proses hukumnya berjalan cepat dan keduanya mendapatkan kepastian hukum yang jelas secepatnya," kata dia.

Terkait pencekalan terhadap keduanya Didik memastikan telah berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi "Sudah kami kordinasikan dengan Imigrasi, untuk pencekalan keduanya," kata Didik.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved