Mantan Sekda Depok Tersangka Korupsi Jalan Nangka Tak Akan Penuhi Panggilan Polisi

Meski sudah ditetapkan tersangka, namun polisi belum menahan Nur Mahmudi dan Harry Prihanto.

Mantan Sekda Depok Tersangka Korupsi Jalan Nangka Tak Akan Penuhi Panggilan Polisi
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Kuasa hukum mantan sekda depok harry prihanto, tersangka korupsi proyek jakan nangka, datangi mapolresta depok, minta penundaan pemeriksaan kliennya, Rabu (5/9/2018). 

Seperti diketahui sebelumnya, Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok melayangkan surat pemanggilan terhadap mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto, Senin (3/9/2018).

Nur Mahmudi dan Harry Prihanto merupakan tersangka korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok yang merugikan negara hingga Rp.10,7 Miliar. Penetapan tersangka atas keduanya dilakukan penyidik Polresta Depok tertanggal 20 Agustus 2018 lalu..

Terkait pencekalan terhadap keduanya Didik memastikan telah berkootdinasi dengan Ditjen Imigrasi "Sudah kami kordinasikan dengan Imigrasi, untuk pencekalan keduanya," kata Didik.

Ia mengatakan pemeriksaan lanjutan kepada keduanya pekan ini, adalah untuk mengembangkan kasus korupsi Jalan Nangka, Tapos. Yakni untuk melihat ada tidaknya kemungkinan tersangka baru atau alat bukti baru lainnya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved