Dolar AS Mahal, Pengunjung Masih Normal

Naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum membuat pengunjung money changer di Depok ramai menukarkan uangnya.

Dolar AS Mahal, Pengunjung Masih Normal
Warta Kota/Lilis Setyaningsih

NAIKNYA nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum membuat pengunjung money changer di Depok ramai menukarkan uangnya.

Bahkan pada hari ini lebih banyak yang membeli dolar ketimbang menukarkan dolar menjadi rupiah.

"Untuk saat ini, saya anggap biasa saja. Memang kenaikan nilai dolar paling tinggi hari ini. Tapi pengunjung banyak yang membeli dolar karena memang lagi perlu," kata Wingga petugas Cash Money Changer yang berada di Pusat Perbelanjaan Margo City, Rabu (5/9/2018).

Aminah (45) mengaku menukarkan dolarnya karena ada keperluan mendesak.

Sebanyak 1.800 dolar AS ia tukarkan dan bersyukur mendapat dana hampir Rp 27 juta.

Menurut Wangi, kenaikan pengunjung untuk menukarkan uang dolar AS terjadi Senin ketika dolar mulai naik mendekati Rp 14.800.

"Kenaikan pengunjung yang menukar uang sudah ramai saat Senin lalu. Kalau sekarang malah biasa saja dan justru banyak yang beli dolar," ujarnya.

Sampai sore, untuk beli Rp 14.920 per dolar AS. Sementara jual mencapai Rp 15.040.

Pengamat perbankan dari BCA David Sumual mengatakan pergerakan pengunjung yang baik menukarkan atau menjual kenaikan dolar terhadap rupiah masih sebatas keperluan. Belum menunjukan adanya rush.

"Saya melihat masih normal saja. Kalaupun ada penjualan atau pembelian semata keperluan saja," ujarnya.

Bahkan seorang temannya yang akan bepergian ke luar negeri mengurungkan niatnya membeli dolar karena dianggap masih kemahalan.

Dan akan membeli ketika nilai tukar sudah menurun.

Sementara itu pusat perbelanjaan juga berlangsung normal. Belum terlihat adanya penarikan barang secara besar-besaran, terutama pada produk yang mayoritas berbahan impor.

Rak-rak susu misalnya masih penuh terisi. Seperti pantauan Warta Kota di Giant Margo City.

Kondisi ini berbeda ketika tahun 1998, ketika dolar mendekati angka Rp 15.000, pemandangan orang yang membeli susu dalam jumlah besar terlihat mencolok. (Lis)

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved