Korupsi KTP Elektronik

Suaminya Dipenjara, Istri Setya Novanto Kini Berbisnis Salon

Dalam persidangan, Deisti Astriani Tagor ditanya jaksa soal pernikahannya dengan Setya Novanto.

Suaminya Dipenjara, Istri Setya Novanto Kini Berbisnis Salon
Warta Kota/Henry Lopulalan
ISTRI mantan Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, meninggalkan ruangan usai disumpah sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat , Senin (16/4/2018). 

DEISTI Astriani Tagor, istri Setya Novanto‎, menjadi saksi untuk keponakan suaminya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan pengusaha Made Oka Masagung, dalam perkara korupsi proyek pengadaan KTP elektronik di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Dalam persidangan, Deisti Astriani Tagor ditanya jaksa soal pernikahannya dengan Setya Novanto, mantan Ketua DPR yang kini menjadi penghuni Lapas Sukamiskin karena terseret kasus korupsi KTP elektronik.

"Ibu Deisti menikah dengan Pak Setya Novanto, tahun berapa? Tanya Jaksa KPK Abdul Basir kepada Deisti Astriani Tagor.

Baca: Jusuf Kalla: Asian Games 2018 Momen Masyarakat Bersatu, Ibu Mega dan Pak SBY Juga Nonton

Deisti Astriani Tagor menjawab, dia menikah dengan Setya Novanto pada 1996. Di awal pernikahan mereka, lanjut Deisti Astriani Tagor, suami tercintanya sempat bercerita soal rekan-rekan bisnisnya termasuk Made Oka.

"Iya cerita ada temennya Made Oka, rekan bisnis. Itu cerita sambil lalu saja," ujar Deisti Astriani Tagor.

Lanjut Jaksa Abdul Basir juga bertanya apakah saat pernikahan, antara Deisti Astriani Tagor dan Setya Novanto ada perjanjian nikah? Deisti Astriani Tagor menegaskan tidak ada perjanjian nikah.

Baca: Kubu Jokowi-Maruf Amin: #2019GantiPresiden Enggak Bikin Kenyang dan Bahagia

"Tidak ada perjanjian nikah," ungkap Deisti Astriani Tagor.

Deisti Astriani Tagor juga menambahkan, sejak suaminya mendekam di Lapas Sukamiskin, dirinya hanya seorang ibu rumah tangga dan menjalankan bisnis salon.

Dalam sidang kali ini, selain Deisti Astriani Tagor, jaksa KPK juga menghadirkan lima saksi lainnya. Mereka ialah Drajat Wisnu Setiawan, Dirjen Otonomi Daerah; Ahmad Fauzi, Dirut PT Quadra Solution; Husni Fahmi, PNS; Yosep Sumartono, mantan staf Dirjen Dukcapil; dan Tri Sampurno, PNS Pengkajian BPPT.

Baca: KPK Minta Pejabat Negara Lapor Jika Diberi Tiket Asian Games 2018, Kata Jusuf Kalla Tidak Perlu

Irvanto yang juga mantan Direktur PT Muarakabi Sejahtera, didakwa turut serta melakukan korupsi proyek KTP elektronik yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Dia didakwa bersama-sama dengan pengusaha Made Oka Masagung.

Keduanya berperan menjadi perantara dalam pembagian fee proyek pengadaan barang atau jasa KTP elektronik untuk sejumlah pihak. Irvanto dan Made Oka juga turut serta memenangkan perusahaan tertentu dalam proyek itu.

Atas perbuatannya, Anang dan Made Oka didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved