Beginilah Kondisi Waduk Rorotan Cakung yang Membuat Kadis SDA jadi Tersangka

BELUM banyak yang mengatahui mengenai waduk Rawa Rorotan Cakung di Jakarta Timur.

Beginilah Kondisi Waduk Rorotan Cakung yang Membuat Kadis SDA jadi Tersangka
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Kondisi waduk Rawa Rorotan yang menjadikan Kadis SDA menjadi tersangka. 

Dikonfirmasi secara terpisah, Lurah Cakung Timur, Sukaria mengatakan bahwa sebelumnya lahan tersebut milik Pemprov Jawa Barat karena wilayah tersebut masuk di kawasan Bekasi.

"Jadi dulu itu lahan masuk Pemprov Jabar, masuk bekasi Kelurahan Rawa Rotan, nah pas pemekeran diambil alih oleh DKI Jakarta, lalu diserahin. Dan itu memang lahan punya pemprov," kata Sukaria.

Dikatakan Sukaria, jika waduk tersebut memang dibangun untuk mengatasi banjir dikawasan tersebut. Karena dulunya kawasan tersebut hanya rawa-rawa.

"Kalo waduk itu memang untuk antisipasi banjir karena memang dulu rawa, dan juga untuk penampungan air," katanya.

Proses pengerjaan proyek waduk tersebut diungkapkan oleh Sukaria sudah berlangsung sejak 2016 lalu dan target pengerjaan tahun 2017. Namun karena mengalami kendala terutama banyak yang mengakui kepemilikan lahan tersebut akhirnya terjadi proses pengadilan.

"Ya memang dulu banyak yang menguggat tapi hal itu sudah ditangani oleh biro hukum dan Dinas Tata Air, tapi yang jelas itu sudah ada ikrarnya dari MA. Menang banyak dulu yang klaim tapi memang sudah ditangani, kalo saya kan cuma hanya disuruh menjaga aset pemda yang masih dalam proses," ucapnya.

Dikatakan Sukaria bahwa waduk tersebut sudah hampir dalam proses penyelesaian. Kurang lebih sekitar 90 persen. Namun memang masih ada beberapa kendala yang dihadapi.

"Targetnya udah jauh banget itu, ini udah dua tahun. Tapi ya karena ada yang gugat itu jadi lama prosesnya, diperkirakan 2018 ini sudah selesai tergantung nanti bagaimana," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur, M. Anwar mengatakan bahwa waduk tersebut dibangun oleh pihak swasta. Dan waduk Rawa Rorotan sudah diserahkan pengembang untuk proses pengerjaan waduk.

"Kalo lahan memang punya Pemda, Pengembang yang membangun insfrastrukturnya," kata Anwar.

Menurutnya pihak pengembang akan memenuhi segala sesuatu untuk melakukan pembangunan berdasarkan izin penunjukan pengunaan tanah (SIPPT), setelah usai aset tersebut akan diserahkan kembali ke Pemprov DKI Jakarta.

"Udah jadi Aset Pemda sekarang, sudah diserahkan oleh pengembangan," ucapnya. 

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved