Menumbuhkan Kepedulian Ekosistem Laut, di Pulau Tidung Para Remaja Ikut Kegiatan Coral Day

BELUM lama ini, yakni pada Kamis-Jumat (30-31/8/2018) yang lalu, sejumlah remaja mengikuti puncak acara 'Coral Day'.

Menumbuhkan Kepedulian Ekosistem Laut, di Pulau Tidung Para Remaja Ikut Kegiatan Coral Day
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Belum lama ini, yakni pada Kamis-Jumat (30-31/8/2018) yang lalu, sejumlah remaja yang rata-rata berusia 17 hingga 20 tahun mengikuti puncak acara 'Coral Day', di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. 

SEJUMLAH remaja berusia 17 hingga 20 tahun mengikuti puncak acara 'Coral Day', di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Kamis dan Jumat (30-31/8/2018).

Acara tahunan yang diselenggarakan langsung Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta ini, dengan tema Save Our Ocean bertujuan agar menumbuhkan cinta dan kepeduliannya kaula muda, terhadap ekosistem laut.

"Kegiatan ini bertema Save Our Ocean, dimana diikuti oleh 100 peserta terbaik hasil seleksi di via online www.coralday.id. Kebanyakan, acara ini diikuti oleh remaja berusia 17-20 tahun, dan diselenggarakan dalam rangka menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap ekosistem laut," ujar Darjamuni, selaku Kepala DKPKP DKI Jakarta, Minggu (2/9/2018).

Menurut Darjamuni 100 peserta itu bisa ikuti di puncak acara Coral Day 'Save Our Ocean' yakni dari hasil penyeleksian ketat. Mereka diketahui berdomisili Jabodetabek ikut dalam ajang tulis essay soal ekosistem pesisir dan laut.

"100 orang peserta terbaik, yakni berasal hasil seleksi yang dilakukan secara online diwebsite www.coralday.id dan mereka itu wajib menulis essay tentang ekosistem pesisir dan laut. Tak hanya itu kegiatan ini juga didukung langsung pihak dari Suku Dinas (Sudin) KPKP Kepulauan Seribu, Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL), dan dengan jajaran Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi)," ucapnya kembali.

Tak hanya itu saja, Darjamuni mengungkapkan terkait betapa pentingnya menjaga kelestarian pesisir dan ekosistem laut. Selaku masyarakat yang tinggal di negara berpesisir dan juga kaya akan ekosistem laut, diwajibkan agar menjaga bersama-sama dari masyarakat yang kerapkali merusak pesisir dan ekosistem laut.

"Sebagai negara kaya dengan laut serta pulau-pulau sebagai atribut utamanya, sudah sangat selayaknya kita menjaga ekosistem pulau, dan laut kita. Mari kita secara sama-sama menjaga birunya laut, dan indahnya ekosistem terumbu karang serta mangrove. Jikalau lautnya sudah tak biru serta karangnya tak indah, maka tidak akan ada yang mau berkunjung ke Kepulauan Seribu" ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelautan DKPKP DKI Jakarta, Sri Wahyuni menuturkan terhadap rangkaian pada acara kegiatan Coral Day 2018 dilaksnakan dimulai dari kegiatan pembekalan peserta yang dilakukan pada 27 Agustus 2018 di Kantor Pusat DKPKP DKI Jakarta. Mengenai acara puncak, dilakukan para peserta di Pulau Tidung.

"Kegiatan di puncak acara, antara lain berupa transplantasi karang, penanaman mangrove serta bersih-bersih pantai. Kegiatan ini, dalam rangka menumbuhkan rasa cinta sejak dini ke ekosistem laut. Kami, mengajak peserta untuk memulihkan ekosistem terumbu karang lewat transparansi 525 bibit karang, penanaman 500 bibit mangrove dan bersih pesisir serta pantai," papar Sri.

Sementara Sutrisno, Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu menyebut 'Coral Day' sangat penting disebabkan dengan semakin tingginya kunjungan wisatawan ke sejumlah pulau yang ada di wilayah Kepulauan Seribu. Sutrisno pun menjelaskan, bila kesadaran masyarakat terus meningkat dalam menjaga kelestarian pesisir dan ekosistem laut, tingkat kerusakan menjadi berkurang.

"Setidaknya, ini bisa meminimalisir kerusakan pesisir dan ekosistem laut. Jadi, komitmen di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini yakni kegiatan Coral Day terus dipertahankan. Bahkan, tahun 2019 Pemprov DKI Jakarta dari Dinas KPKP DKI, akan menghidupkan kembali kegiatan Festival Bahari dengan jumlah orang atay peserta yang lebih banyak," ungkapnya.

Dia menambahkan," Bahkan kegiatannya bakal lebih beragam seperti lomba foto underwater, lomba foto pesisir, lomba perahu hias dan lain-lain. Di kegiatan Coral Day, dan Festival Bahari diharapkan nantinya jadi momentum di dalam rangka mewujudkan Kepulauan Seribu sebagai pusat konservasi ekologi," jelasnya.

Penulis:
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved