Benarkah Melemahnya Rupiah karena Krisis Turki?

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga pagi ini, Jumat (31/8/2018) sebesar Rp 14.800 per dolar AS

Benarkah Melemahnya Rupiah karena Krisis Turki?
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah ke Rp14.457 per dolar AS. 

"Mengapa? Karena jika investor mengalami kerugian di satu negara, maka dia harus melakukan rebalancing portfolionya di negara lain. Ini yg membuat krisis keuangan tak terduga dan menular," jelas Muhammad Chatib Basri.

"Karena itu yg informasi yg perlu di monitor oleh otoritas keuangan adalah informasi mengenai apakah ada common creditors dari negara yg terkena 'serangan'," tutup Muhammad Chatib Basri.

Sebelumnya, pakar ekonomi sekaligus mantan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Rizal Ramli berpendapat Indonesia sulit terlepas dari pengaruh dolar Amerika Serikat.

Pasalnya berbeda dengan krisis moneter terjadi pada tahun 1998, pelemahan rupiah kali ini tidak didukung dengan tabungan sumber daya alam.

Kala krisis moneter pada era reformasi terjadi, Indonesia katanya memiliki cadangan sumber daya alam melimpah.

Sehingga utang yang menggunung dapat diselesaikan dengan ekspor sejumlah komoditas, seperti kelapa sawit, karet, coklat hingga kopra.

Kondisi tersebut berbeda dengan hari ini, Indonesia katanya tidak memiliki tabungan untuk menghindar dari tekanan dolar.

Bukan hanya tidak memiliki komoditas ekspor, minyak yang menjadi penolong ketika krisis moneter 1998 terjadi justru kini diimpor saat ini.

"Ketika krisis 1998, RI miliki tabungan: net eksportir oil 1,3 juta brl/hari, kapasitas berlebih sawit, karet, coklat, kopra. Ketika rupiah anjlok Rp15.000/$, eksportir happy. Hari ini kita tidak punya tabungan: Net impotir oil 1,1 juta brl/hr & no excess capacity. Perlu inovatif," tulis Rizal Ramli. (https://twitter.com/RamliRizal/status/1035122741748228096?s=19) (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved