Penilangan Pemotor di Jalur Cepat di Jalan Margonda Depok Dianggap Tak Masuk Akal

Sejumlah pemotor menilai penilangan di jalur cepat Jalan Margonda Depok tak masuk akal.

Penilangan Pemotor di Jalur Cepat di Jalan Margonda Depok Dianggap Tak Masuk Akal
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Rambu lalu lintas pembagi kendaraan yang melintas di jalur cepat Jalan Margonda Depok. 

DALAM sepekan terakhir, tercatat sudah sekitar 2.000 pemotor yang ditilang di jalur cepat di Jalan Margonda Raya, Depok.

Beberapa pengendara sepeda motor yang ditilang mengaku sudah mengetahui adanya larangan bagi sepeda motor masuk ke jalur cepat di Jalan Margonda Raya.

Namun mereka tetap nekat masuk ke jalur cepat, karena di jalur lambat terjadi kemacetan dan penumpukan kendaraan di sana.

"Saya memutuskan masuk ke jalur cepat dari Simpang Ramanda saat melintas di Jalan Margonda ke arah Jakarta, karena di jalur lambat macet dan ada penumpukan kendaraan. Bahkan banyak angkot yang naikin dan nurunin penumpang di jalur lambat. Sehingga macet di sana dan saya masuk ke jalur cepat. Tapi di tengah jalan ada petugas polisi dan saya ditilang," kata Herudin (30), pemotor warga Sawangan, Depok, Senin (27/8/2018).

Ia menceritakan dirinya saat ditilang petugas, pekan lalu. "Saya tahu ada larangan motor masuk jalur cepat. Tapi di jalur lambat tersendat sekali, dan di jalur cepat lengang siang itu," kata Herudin.

Sehingga ia memutuskan masuk ke jalur cepat agar kemacetan di jalur lambat tidak bertambah parah.

"Jadi larangan motor masuk jalur cepat tidak masuk akal jika dibilang mengurai kemacetan di Jalan Margonda. Justru larangan itu, bikin jalur lambat di Jalan Margobda macet parah. Sebab lebar jalan di jalur lambat gak memadai dan banyak angkot berhenti," kata Herudin.

Hal serupa dikatakan Robert, warga Depok lainnya.

"Saya terburu-buru mau ke kantor di Jakarta naik motor dari rumah di Depok lewar Jalan Margonda. Karena melihat sisi kiri atau jalur lambat tersendat, secara refleks saya masuk ke jalur cepat yang agak lengang. Ternyata di hampir bagian putaran pindah jalur, ada polisi dan menilang saya," kata Robert.

Menurutnya petugas seperti menjebaknya.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved