Korupsi KTP Elektronik

Minta KPK Seret Gamawan Fauzi dan Melchias Marcus Mekeng, Setya Novanto: Soal e-KTP Belum Selesai

Pria yang akrab disapa Setnov itu mengatakan, Gamawan Fauzi dan Melchias Marcus Mekeng berperan dalam kasus KTP elektronik.

Minta KPK Seret Gamawan Fauzi dan Melchias Marcus Mekeng, Setya Novanto: Soal e-KTP Belum Selesai
Warta Kota/Henry Lopulalan
Terpidana kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto saat rehat ketika menjadi saksi sidang E-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/5/2018). 

MANTAN Ketua DPR Setya Novanto ingin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyeret mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan mantan Ketua Badan Anggaran DPR Melchias Marcus Mekeng dalam kasus korupsi proyek KTP elektronik.

Pria yang akrab disapa Setnov itu mengatakan, Gamawan Fauzi dan Melchias Marcus Mekeng berperan dalam kasus KTP elektronik. Setnov sendiri telah menjadi terpidana kasus yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

"Yang penting soal e-KTP juga harus tuntas. Soal Mendagri yang memang punya peran dia dan juga ketua badan anggaran saat itu ya," ujar Setnov di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018).

Baca: Rupiah Tembus 14.600 per Dolar AS, Kata Sri Mulyani Penyebabnya Turki

Setnov berujar, penyidik KPK harus membongkar keterlibatan Gamawan Fauzi dan Melchias Marcus Mekeng dalam proyek e-KTP. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menyebut pengusutan kasus KTP elektronik yang dilakukan belum selesai.

"Ya harus dong (diungkap peran Gamawan Fauzi dan Melchias Marcus Mekeng). Soal e-KTP belum selesai," kata Setnov.

KPK baru mengajukan keponakan Setnov, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan pengusaha Made Oka Masagung ke persidangan untuk diadili. Irvanto dan Made Oka telah didakwa melakukan korupsi proyek senilai Rp 5,8 triliun itu.

Baca: Mandi Bersama Empat Temannya, Bocah Berumur 6 Tahun Ditemukan Mengambang di Kali Cikarang

Dalam surat dakwaan Irvanto dan Made Oka, nama Gamawan Fauzi muncul. Gamawan Fauzi disebut turut kebagian jatah dari proyek KTP elektronik, yakni uang sebesar Rp 50 juta dan satu unit ruko di Grand Wijaya, Jakarta Selatan.

Sedangkan Melchias Marcus Mekeng yang telah bolak-balik diperiksa KPK, juga disebut turut menerima uang KTP elektronik. Melchias Marcus Mekeng disebut oleh Setnov menerima uang sekitar US$500 ribu dari proyek KTP elektronik.

Gamawan Fauzi dan Melchias Marcus Mekeng telah membantah menerima jatah dari proyek milik Kementerian Dalam Negeri tersebut. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved