Dalam Sepekan, 2.000 Pemotor Ditilang di Jalur Cepat Jalan Margonda Depok

Dalam waktu sepekan, polisi lalu lintas Depok menilang sekitar 2.000 pemotor yang melanggar jalur cepat Jalan Margonda Raya.

Dalam Sepekan, 2.000 Pemotor Ditilang di Jalur Cepat Jalan Margonda Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Dalam sepekan polisi Depok menilang sekitar 2.000 pemotor yang melintas di jalur cepat Jalan Margonda, Depok. 

SELAMA sepekan terakhir ini tercatat sudah sekitar 2.000 pemotor ditilang di jalur cepat di Jalan Margonda Raya, Depok.

Hampir sebagian besar pemotor yang ditilang mengaku sudah mengetahui adanya larangan bagi sepeda motor masuk ke jalur cepat di Jalan Margonda Raya.

Namun mereka tetap nekat masuk ke jalur cepat, karena di jalur lambat terjadi kemacetan dan mengira tidak ada petugas yang berjaga.

Kasat Lantas Polresta Depok Kompok Sutomo mengatakan banyaknya pemotor yang ditilang karena pelanggaran di jalur cepat di Jalan Margonda mmenandakan kesadaran pemotor di Depok akan larangan ini masih sangat rendah.

Rambu lalu lintas di Jalan Margonda Depok.
Rambu lalu lintas di Jalan Margonda Depok. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Kami akan terus melakukan penindakan kepada pengendara sepeda motor yang masuk ke jalur cepat di Jalan Margonda. Diharapkan kesadaran masyarakat makin tumbub dan menimbulkan efek jera," kata Sutomo, Senin (27/8/2018).

Menurut Sutomo pelarangan pemotor dan angkot masuk ke jalur cepat di Jalan Margonda, Depok, mulai diterapkan sejak awal Februari 2018 lalu.

Sebelum diterapkan kata Sutomo pihaknya sudah melakukan sosialisasi di ruas jalan tersebut sebelumnya bersama Dishub Depok, selama 5 bulan. "Rambu larangan dan penanda juga sudah terpasang di sepanjang titik ruas jalan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak mentaatinya," kata Sutomo.

Ia mengatakan penerapan larangan ini untuk meminimalisir kemacetan parah yang biasa terjadi di ruas Jalan Margonda.

"Kami akan terus tegakkan aturan ini, sampai pelanggaran diminimalisir dan akhirnya mampu juga meminimalisir kemacetan di Jalan Margonda," kata Sutomo.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved