Sebelum Jadi Konglomerat, Nenek Richard Muljadi Sempat Hidup Susah Saat Jadi Hakim

RICHARD Muljadi, cucu konglomerat Kartini Muljadi, hidup kaya raya dari garis keturunannya.

Sebelum Jadi Konglomerat, Nenek Richard Muljadi Sempat Hidup Susah Saat Jadi Hakim
instagram @richardmuljadi
Richard Muljadi dan sang nenek yang konglomerat, Kartini Muljadi. 

Di pengadilan istimewa Jakarta, Ia ditugasi menangani perkara pidana, perdata, dan kepailitan.

Pada saat itu, hakim- hakim asal Belanda baru saja mengundurkan diri digantikan hakim orang Indonesia.

Ketika suaminya, Djojo Muljadi SH, meninggal dunia tepatnya di 1973, Kartini Muljadi mengundurkan sebagai hakim karena pendapatannya sebagai hakim Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak mampu menutupi kebutuhan keluarganya.

Berbekal pengalaman, ia memberanikan diri mendaftar ujian negara untuk menempati jabatan notaris.

Ia pun diangkat menjadi notaris berkedudukan di Jakarta. Dia juga mulai mengajar kuliah perdata dan hukum acara perdata di berbagai fakultas hukum di Jakarta.

Dengan konsistensi dan komitmen yang dimilikinya, pekerjaan sebagai notaris membawanya ke puncak karier.

Dia bertransformasi menjadi notaris papan atas yang menjadi rujukan perusahaan- perusahaan besar pada tahun 1970- an dan 1980- an.

Pada tahun 1990, Kartini Muljadi memutuskan pensiun dini sebagai notaris, lalu mendirikan kantor pengacara dan konsultan hukum sendiri.

Dia mendirikan konsultan hukum bernama Muljadi&Rekan. Berkat kredibilitas yang sangat baik semasa menjadi hakim serta notaris membuat kantor konsultan miliknya tumbuh pesat.

Dia tidak hanya melayani perusahaan- perusahaan besar nasional tetapi perusahaan multi- nasional.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved