Balita Dianiaya

Balita Jadi Korban Kekerasan, AAP Sudah Dua Kali Dianiaya Ayah Tirinya

Balita AAP, berusia dua tahun, sudah mengalami tindakan kekerasan sebanyak dua kali, dan kekerasan ketiga membuat balita itu meninggal.

Balita Jadi Korban Kekerasan, AAP Sudah Dua Kali Dianiaya Ayah Tirinya
ISTIMEWA
Balita berinisial AAP (2) yang dianiaya ayah tirinya, Adrianus Sayow (27), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Koja, Jakarta Utara. 

WARTA KOTA, CILINCING---Balita berinisial AAP (2) menjadi korban kekerasan dari ayah tirinya, Adrianus Sayow (27), hingga meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Tindakan penganiayaan pelaku itu ternyata bukan untuk yang pertama kalinya.

Pelaku yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online tersebut pernah dua kali dianiaya hingga terluka.

Baca: Ayah Tiri Aniaya Balita Hingga Tewas, Ibu Kandung TTak Berani Berbuat Apa-apa

Mursila (41), warga, mengatakan, mereka pernah mendapati AAP dalam keadaan penuh luka lebam.

Hanya saja ketika itu pelaku beralasan korban terjatuh ataupun disentil karena nakal.

"Yang pertama kedua kakinya pada biru kayak bekas dipukulin. Yang kedua begitu juga, matanya biru biru . Nah sekarang ini yang ketiga. Tapi alasannya karena jatuh lah atau disentil," kata Mursila yang tinggal tidak jauh dari rumah korban, Jumat (24/8/2018).

Baca: Balita Tak Sadarkan Diri setelah Dianiaya Ayah Tiri di Sukapura

Menurut Mursila, istri pelaku, Yanti, tidak bisa berbuat banyak dengan ulah suaminya.

Yanti baru menceritakan apa yang dilakukan pelaku terhadap putrinya ketika sudah kembali ke rumah.

Baca: Balita yang Dianiaya Ayah Tiri Meninggal Dunia di RSUD Koja

"Kayaknya dia (Yanti) takut, enggak berani. Dia enggak pernah cerita kenapa anaknya bisa begitu. Tapi kalau anaknya habis luka-luka baru cerita (dipukulin)," kata Mursila.

Oji (35), warga lainnya, menceritakan tidak pernah mendengar suara ribut-ribut dari kontrakan Yanti.

Meski mendengar kabar yang beredar mengenai sikap pelaku, Oji belum pernah melihat secara langsung aksinya.

"Nggak pernah ada ribut-ribut juga, mungkin karena saya jarang di sini. Saya kan musti keliling, saya ojek online," kata warga yang tinggal persis di samping kontrakan pelaku.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved