Pelaku Usaha Wajib Memastikan Perlindungan Konsumen dan Menerapkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab

Sebanyak 43 perusahaan anggota Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) menandatangani LPMUBTI yang Bertanggung Jawab.

Pelaku Usaha Wajib Memastikan Perlindungan Konsumen dan Menerapkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab
Istimewa
Penyerahan laporan penandatanganan Code of Conduct for Responsible Lending dari anggota AFTECH diwakili Bapak Adrian Gunadi - kepada Bapak Rahmat Waluyanto (Dewan Penasihat AFTECH). 

WARTA KOTA, PALMERAH---Sebanyak 43 perusahaan anggota Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) telah menandatangani Pedoman Perilaku Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) yang Bertanggung Jawab (Code of Conduct for Responsible Lending).

Penandatanganan ini menjadi kelanjutan dari seremoni penandatanganan pada acara Fintech Day 2018 di Manado awal Agustus 2018.

Hal ini sekaligus menegaskan komitmen pelaku usaha dalam menerapkan standar praktik bisnis yang bertanggung jawab untuk melindungi nasabah.

Baca: Pelaku Fintech Harapkan Regulasi Terbaru OJK Lebih Adil

LPMUBTI yang Bertanggung Jawab merupakan hasil kerja dari kelompok kerja inklusi keuangan AFTECH yang berisi seperangkat prinsip dan proses yang disepakati bersama dan secara sukarela oleh para perusahaan anggota AFTECH yang memberikan layanan pinjam meminjam berbasis teknologi informasi (online) kepada konsumen di Indonesia.

Pelaku usaha ini termasuk namun tidak terbatas kepada penyelenggara atau platform jual beli barang dengan layanan cicilan, penyelenggara pegadaian, platform komparasi atau aggregator online untuk pemberian pinjaman atau kredit, serta perusahaan pembiayaan dan bank.

Baca: Perusahaan Fintech Tunaikita Targetkan Hadir di Seluruh Indonesia

Adrian Gunadi, Wakil Ketua Umum-Jasa Keuangan AFTECH, mengatakan, merupakan kebanggaan bagi AFTECH bahwa hari ini semakin banyak pemimpin industri fintech secara proaktif mengambil langkah tegas dan nyata dalam membangun industri secara lebih baik dan berkelanjutan.

"Kami percaya, melalui LPMUBTI yang Bertanggung Jawab ini, AFTECH dapat mengikat seluruh pelaku usaha anggota yang menawarkan dan/atau memberikan pinjaman online untuk patuh dan bermain sesuai aturan yang sama," kata Adrian dalam keterangan tertulis, Kamis (23/8/2018).

Baca: Waspada, Sebagian Jasa Keuangan Fintech Ilegal Berasal dari China

Terdapat tiga acuan yang menjadi prinsip dasar dalam mengembangkan pedoman perilaku layanan pinjam meminjam daring yang bertanggung jawab ini.

Pertama, transparansi produk dan metode penawaran. Penyelenggara wajib mencantumkan seluruh biaya yang timbul dari hutang, termasuk biaya yang timbul di muka, bunga, biaya keterlambatan dan lainnya.

Metode ini sudah terbukti mampu memberdayakan konsumen untuk menerima hutang secara bertanggung jawab dan dapat meminimalisasi risiko penipuan dan praktik tidak etis.

Transparansi juga berarti keterbukaan informasi oleh Penyelenggara sehingga pelaku usaha juga diwajibkan untuk mencantumkan alamat, email dan nomor telepon untuk pengaduan nasabah.

Kedua, pencegahan pinjaman berlebih. Penawaran hutang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan ekonomi konsumen dan bukan untuk menjerumuskan ke jeratan hutang.

Baca: Ada Pameran Indonesia Fintech Fair 2018 di Mal Taman Anggrek

Untuk itu, setiap Penyelenggara dilarang memberikan hutang secara langsung kepada peminjam tanpa persetujuan terlebih dahulu.

Penyelenggara juga wajib melakukan penelitian dan verifikasi yang memadai atas kondisi keuangan peminjam untuk memastikan ia mampu melunasi kewajibannya.

Selain itu, Penyelenggara juga dilarang melakukan manipulasi data konsumen untuk memudahkan proses pinjam-meminjam.

Ketiga, prinsip itikad baik terkait praktik penawaran, pemberian dan penagihan hutang yang manusiawi tanpa kekerasan baik fisik maupun non-fisik, termasuk cyber bullying.

Penyelenggara dilarang menggunakan pihak ketiga pelaksana penagihan yang memiliki reputasi buruk berdasarkan informasi dari Otoritas maupun Asosiasi.

Penulis: Aloysius Sunu D
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved