Media Sosial

Meiliana Divonis 1,5 Tahun Atas Penistaan Agama, Ini Komentar Putri Gus Dur

Putri Presiden RI keempat Abdurahman Wahid, Alissa Wahid, mempunyai pandangan soal kasus penistaaan agama yang dilakukan oleh Meiliana.

Meiliana Divonis 1,5 Tahun Atas Penistaan Agama, Ini Komentar Putri Gus Dur
TRIBUN MEDAN
MEILIANA saat menjalani sidang di Ruang Cakra Utama Pengadilan Negeri Medan, Rabu (24/7/18). 

"Membebaskan Meliana berarti membebaskan bangsa ini dari sikap intoleransi, anti pluralisme dan penggunaan hukum yg serampangan. Hukumlah seseorang karena perbuatannya yg salah bukan karena kita membencinya atas dasar beda agama," tulis Abdul pada Kamis 23/8/2018).

"Hukum juga tidak boleh menghukum atas dasar fitnah, berita bohong melainkan harus. Dengan bukti hukum yg cukup. Kasus Meliana dapat dipastikan menjadi sejarah kelam dan preseden buruk bagi kehidupan kebangsaan kita yg ber bhinneka tunggal ika ini," tulisnya lagi.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Meiliana bermula dari pernyataan Meiliana yang keberatan dan meminta pengurus Masjid Al-Maksum di Jalan Karya Tanjungbalai Selatan, Tanjung Balai, Sumatera Selatan mengecilkan suara adzan.

Keluhan tersebut pun menyulut kemarahan warga pada tanggal 29 Juli 2016. Sejumlah warga kemudian menyerang dan merusak rumah Meiliana serta Vihara atau Pekong yang ada di Kota Tanjungbalai.

Meiliana pun dilaporkan oleh tetangganya sendiri kepada pihak Kepolisian karena dianggap telah melakukan penistaan agama pada tanggal 2 Desember 2016.

Proses hukum berlangsung, Meiliana akhirnya divonis bersalah oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo dalam sidang vonis pada Selasa (21/8/2018).

Perempuan asal Tanjung Pinang itu pun dijatuhkan hukuman 1,5 tahun penjara karena terbukti melakukan perbuatan penistaan agama yang diatur dalam Pasal 156A KUHPidana. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved