Breaking News:

Sejarah

Letusan Gunung Tambora Penyebab Kekalahan Pertempuran Napoleon di Waterloo

Kondisi cuaca buruk itu pun dianggap sebagai kekalahan telak tentara Angkatan Darat Perancis melawan Prusia.

Kompas
Kaldera Gunung Tambora 

Menurut para ilmuwan, letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, berkontribusi terhadap kekalahan Napoleon Bonaparte dalam Pertempuran Waterloo pada tahun 1815.

Hasil penelitian dua peristiwa berbeda yakni pertempuran dan letusan gunung berapi itu dipublikasikan pada Rabu (22/8/2018).

Selama bertahun-tahun, para sejarawan telah menyebutkan bahwa kondisi hujan dan berlumpur terjadi pada hari pertempuran 18 Juni 1815 di Waterloo, sekitar 15 kilometer dari ibu kota Belgia.

Kondisi cuaca buruk itu pun dianggap sebagai kekalahan telak tentara Angkatan Darat Perancis melawan Prusia.

Kondisi arena pertempuran tergenang air sehingga mendorong Kaisar Perancis, Napoleon, menunda serangan pasukannya sampai kondisi tanah mengering.

Baca: Letusan Gunung Tambora, Empat Kali Lebih Kuat Dari Krakatau

Namun, keputusan itu dianggap sebagai kesalahan kritis yang dilakukan Napoleon dalam pertempuran terakhirnya.

Pasalnya, penundaan pertempuran itu malah memberi waktu pasukan Prussia untuk bergabung dengan prajurit sekutu pimpinan Inggris dalam bentrokan dengan pasukan Napoleon.

Pertempuran dan kemenangan yang menentukanitu  dipimpin oleh Duke of Wellington dan Prussian Field Marshal Blucher tersebut mengubah sejarah Eropa.

Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Geology  oleh para ilmuwan dari Imperial College London.

Para peneliti menghubungkan kondisi cuaca di Eropa dengan letusan gunung berapi Gunung Tambora yang jaraknya 7.680 mil dari Eropa.

Baca: Ditemukan Ratusan Kerangka Pasukan Kaisar Napoleon Bonaparte

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved