Jepang Perkenalkan Fasilitas Khusus Umat Islam Untuk Olimpiade Tokyo 2020

MENJELANG Olimpiade Musim Panas 2020 yang akan diselenggarakan di Tokyo, Jepang, pada 24 Juli sampai 9 Agustus.

Jepang Perkenalkan Fasilitas Khusus Umat Islam Untuk Olimpiade Tokyo 2020
Akun Facebook Fukuoka Masjid Alnour Islamic Center
Fasilitas untuk atlet Muslim saat Olimpiade Tokyo 2020. 

MENJELANG Olimpiade Musim Panas 2020 yang akan diselenggarakan di Tokyo, Jepang, pada 24 Juli sampai 9 Agustus mendatang, negara maju di Asia Timur itu mulai berbenah dan mempersiapkan sejumlah fasilitas penunjang.

Tokyo diumumkan sebagai tuan rumah melalui sidang International Olympic Commitee di Buenos Aires, Argentina, pada 7 September 2013 silam.

Suatu kehormatan untuk Jepang menjadi tuan rumah ajang pesta olahraga internasional yang akan dihadiri oleh puluhan negara dengan atlet dan penonton yang datang dari latarbelakang budaya dan kepercayaan berbeda-beda.

Jepang tak lupa memikirkan fasilitas pendukung bagi penonton dan atlet yang beragama Islam dengan mempersiapkan sarana ibadah yang dikenal dengan 'Proyek Masjid Berjalan'.

Fasilitas yang tergolong unik dan canggih ini dioperasikan oleh Yasu Project Co. Ltd.

Fasilitas untuk atlet Muslim di Olimpiade Tokyo 2020
Fasilitas untuk atlet Muslim di Olimpiade Tokyo 2020 (Akun Facebook Fukuoka Masjid Alnour Islamic Center)

"Sebagai fasilitas infrastruktur pariwisata menjelang Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020, kami membangun 'Masjid Berjalan' dengan sepenuh hati kami untuk dipersembahkan kepada umat Islam sebagai pemeluk salah satu agama terbesar di dunia yang penuh keramahtamahan," ujar Kepala Panitia Pelaksana Proyek Masjid Berjalan, Yasuharu Inoue di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).

Masjid berjalan ini mulai dibangun sejak empat tahun yang lalu. Berbentuk sebuah truk seberat 25 ton yang dilengkapi dengan berbagai peralatan seperti tempat wudhu serta sistem penentuan arah kiblat dan sebagainya.

Kedua sisi truk dapat melebar hingga seluas 48 M2. Oleh karena itu, masjid berjalan ini mampu memfasilitasi salat berjamaah hingga 50 orang.

"Ketika orang masuk ke dalam masjid berjalan otomatis akan merasa segar kembali karena ruangannya disemprot suatu mineral alami. Selain itu ada 4 unit AC dan karpet," ucap Yasuharu Inoue.

Masjid bergerak itu telah diumumkan dan dipertontonkan ke hadapan publik dalam acara khusus yang disponsori oleh Kantor Kabinet Jepang di Stadion Toyota di provinsi Aichi pada tanggal 23 Juli 2018.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved