Pilpres 2019

Ferdinand Hutahean Kritik Grafis Ekonomi Makin Kuning, Pendukung Jokowi: Bandingkan Sama SBY

Mantan Relawan Jokowi itu mengaku kecewa dengan kondisi ekonomi hingga menyesalkan lambatnya penyaluran bantuan kepada korban Nusa Tenggara Barat

Ferdinand Hutahean Kritik Grafis Ekonomi Makin Kuning, Pendukung Jokowi: Bandingkan Sama SBY
Antara Foto/Wahyu Putro A
PRESIDEN Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan tertutup di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (9/8/2018). 

KRITIK hingga celaan semakin ramai jelang kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Berbagai tindak tanduk hingga kebijakan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo menjadi sorotan.

Lini media sosial pun memperlihatkan buruknya demokrasi di Indonesia.

Para pendukung masing-masing Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) terlihat saling serang.

Seperti yang dilakukan oleh Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Mantan Relawan Jokowi itu mengaku kecewa dengan kondisi ekonomi hingga menyesalkan lambatnya penyaluran bantuan kepada korban Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Ekonominya lampu kuning, sebelum merah, lbh baik lampu merahkan dulu sj presidennya," tulis Ferdinand melampirkan tautan sebuah portal berjudul 'Defisit Transaksi Berjalan 3%, Darmin : Mulai Lampu Kuning' pada Rabu (22/8/2018) 

Baca: Ini Catatan Prestasi Perwira Polisi yang Tangkap Richard Muljadi, Cucu Konglomerat Kartini Muljadi

Baca: Richard Muljadi Makan Masakan Neneknya yang Konglomerat Sebelum Tertangkap Hisap kokain

Beragam cuitan keras Ferdinand pun dibalas para pendukung Jokowi-sapaan Joko Widodo.

Mereka pun meminta agar lawan politik Jokowi tidak memandang sebelah mata, tetapi membandingkan prestasi Jokowi dengan masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Bagi rekan2 dari Partai Demokrat yang melakukan kritik frontal thdp kinerja Jokowi, mungkin perlu juga mempersiapkan data2 sukses SBY. Paling tidak 4 tahun awal pemerintahannya, untuk dibandingkan 4 tahu Jokowi. Publik akan disuguhkan perbandingan apple to apple @AndiArief__," tulis @RustamIbrahim.

"Kek, 4 tahun awal SBY itu tdk aple to aple dibandinkan dgn 4 tahun Jokowi. SBY menerima warisan kerusakan negara yg akut dan ekonomi yg hancur akibat krisis dan polhukam blm stabil. Beda dgn kondisi negara yg diterima Jokowi, ekonomi kita masuk G 20, polhukam stabil. Lucu kek," balas Ferdinand. 

Keterangan Ferdinand dibalas R Fitrianto. Lewat statusnya, Fitrianto melampirkan grafis berisi sejumlah penyampaian pembangunan ketika SBY berkuasa selama dua periode, 2004-2014 lalu.

"Benarkah 10 tahun @SBYudhoyono dan kabinetnya tidak membangun infrastruktur untuk rakyat? Pembangunan Infrastruktur era SBY bukan Komoditas PolitikUtama yang harus di 'jual' ke rakyat," tulis @R_Fitrianto94. 

Dalam grafis tersebut dipaparkan pembangunan jalan sepanjang 501.969 kilometer periode 2005-2013, peningkatan Kereta Api (KA) dari semula hanya 24 unit menjadi 637 unit dengan penambahan 1.360 kilometer.

Selain itu, penyelesaian sebanyak 365 proyek senilai Rp 828,7 triliun selama periode 2011-2013.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved