Akses Tol Cikarang Dry Port, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia: Memangkas Waktu Perjalanan Truk

Akses tol menuju Cikarang Dry Port di ruas tol Jakarta-Cikampek Cikarang Barat bakal dibuka pada Selasa (28/8/2018) pukul 00.00 WIB.

Akses Tol Cikarang Dry Port, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia: Memangkas Waktu Perjalanan Truk
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Akses tol menuju Cikarang Dry Port di ruas tol Jakarta-Cikampek, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, bakal dibuka pada Selasa (28/8/2018) pukul 00.00 WIB. 

WARTA KOTA, BEKASI---Akses tol menuju Cikarang Dry Port di ruas tol Jakarta-Cikampek, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, bakal dibuka pada Selasa (28/8/2018) pukul 00.00 WIB.

Keberadaan ruas tol ini diklaim untuk memecah kemacetan yang biasa terjadi di jalan arteri atau Jalan Raya Industri, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Pemicu kemacetan di persimpangan jalan tersebut disebabkan tingginya volume kendaraan terutama truk yang keluar-masuk ruas tol Jakarta-Cikampek.

Baca: Akses Tol Cikarang Dry Port Memecah Kemacetan di Jalan Raya Industri Cikarang Barat

Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, mengapresiasi pembangunan ruas tol ini.

Menurut Gemilang, kemacetan di ruas jalan arteri menuju Cikarang Dry Port memang tidak mampu dihindari karena tingginya volume kendaraan.

"Akses ini sangat memberikan kemudahan bagi pengendara truk menuju Dry Port karena mereka tidak perlu lagi keluar tol Cikarang Barat kemudian melintasi jalan arteri," kata Gemilang, Kamis (23/8/2018).

Baca: Akses Tol Cikarang Dry Port Dibuka Selasa Depan, Pakai Lahan Lippo Cikarang

Karena itu, kata Gemilang, keberadaan tol ini diklaim bisa memangkas waktu perjalanan truk menuju pelabuhan.

Terutama bagi pengendara truk yang hendak mengirim barang ke pelabuhan untuk keperluan ekspor.

Ketepatan waktu dalam mengirim barang sangat diperlukan, karena bila terlambat melakukan muatan ke dalam kapal akan dikenakan denda Rp 1 juta per peti kemas.

"Mengantar peti kemas untuk keperluan ekspor sangat ketat, terutama pada jadwal closing (penutupan). Kalau terlambat bisa dikenakan denda Rp 1 juta, tapi kalau tidak mau bayar denda, kami tunggu kapal selanjutnya namun membutuhkan waktu yang lebih lama lagi," kata Gemilang.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved