Idul Adha 2018

Jika Anda Berkurban Sapi, Kata Dai Yusri, Hal Fatal Ini Bisa Membatalkan

Penyembelihan atau ritual kurban dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah, setelah salat Idul Adha.

Jika Anda Berkurban Sapi, Kata Dai Yusri, Hal Fatal Ini Bisa Membatalkan
Kompas.com
Sapi kurban sumbangan Jokowi di Masjid Al-Akbar Surabaya.(KOMPAS.com/Achmad Faizal) 

Pada Lebaran Idul Adha 1439 Hijriah atau 2018 Masehi, apakah anda berkurban atau menyembelih hewan kurban?

Jika ya, ada beberpa hal harus anda tahu terkait dengan syarat dan larangan dalam berkurban.

Penyembelihan atau ritual kurban dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah, setelah salat Idul Adha.

Jika disembelih selain pada waktu itu, maka bukan penyembelihan hewan kurban.

Hewan yang dikurbankan adalah unta, sapi, kambing, domba, dan biri-biri.

Di Indonesia, umumnya adalah sapi dan kambing.

Syarat yang harus dipenuhi

Agar kurban terlaksana dan pahalanya diterima, maka ada 2 syarat perlu diketahui bagi yang berkurban.

1. Niat

"Ini kurban dari kamu untuk kamu, terimalah kurban saya," demikian dikatakan dai muda sekaligus Wakil Dekan 4 Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI), Yusri Muhammad Arsyad Dr Lc MA.

Dai muda sekaligus Wakil Dekan 4 Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI), Yusri Muhammad Arsyad Dr Lc MA.
Dai muda sekaligus Wakil Dekan 4 Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI), Yusri Muhammad Arsyad Dr Lc MA. (Screenshoot/INSTAGRAM.COM/ZAKIRSABARA_H.WATA)

2. Tidak boleh berkongsi

Tidak boleh berkongsi atau bersekutu dalam membeli hewan kurban.

Artinya, hewan kurban itu harus dibeli seorang diri.

"Oleh karena itu, siapa yang berkurban, dia sendiri yang membeli hewan kurban itu dan diniatkan karena Allah SWT," kata Yusri.

Lalu, bagaimana dengan kurban 1 sapi, tapi atas nama 7 orang?

Yusri menjelaskan, apabila ada di antara kita yang mau berkurban, tapi tidak mampu, maka dia boleh berkongsi dalam 1 sapi.

Yang dianjurkan adalah kurban 1 sapi untuk 7 orang dan 1 kambing untuk 1 orang.

"Ada yang  berpendapat, khususnya Imam Ahmad dan Imam Malik yang mengatakan, apabila saya membeli sapi atau membeli kambing, atau membeli onta sendirian, lalu saya memasukkan keluarga yang lain di dalamnya, sekalipun lebih dari 7, itu dibolehkan," tutur Yusri menjelaskan.

Namun, jumhur ulama sepakat, 1 sapi untuk 7 orang, 1 kambing untuk 1 orang, dan 1 onta untuk 7 orang.

Membatalkan

Kemudian, apa yang membatalkan kurban itu?

"Yang membatalkan kurban itu adalah apabila daging kurban itu dijual, termasuk di dalamnya apabila dijual kulitnya," kata Yusri sekaligus alumnus perguruan tinggi di Timur Tengah.

Kata Yusri melanjutkan, "Yang banyak terjadi adalah terjadinya transaksi antara yang menguliti dengan harga."

Saat hewan kurban disembelih, terkadang panitia kurban menjual kulit hewan kurban, padahal ini dilarang.

Yusri memberi contoh.

"Kalau 1 sapi dikuliti, misalnya Rp 100 ribu, tapi kalau saya ambil kulitnya, cukup diberikan Rp 50 ribu. Ini termasuk menjual," tuturnya menegaskan.

Daging kurban atau bagian dari hewan kurban tak boleh diperjualbelikan.

Semuanya harus disedekahkan kepada yang berhak menerima, yaitu orang Islam, orang mukmin, orang dhuafa.

"Oleh karena itu, jagalah amanah ini, khususnya panitia-panitia (kurban) di masjid," kata Yusri.(*)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved