Idul Adha 2018

Idul Adha ikut Pemerintah Saudi Arabia atau Lokal Indonesia, Ini Penjelasan Ulama Arab Saudi

Ulama Arab Saudi mendukung idul adha lokal dan puasa arafah lokal, maka mengapa kita masih ngotot mau mengikuti Saudi?

Idul Adha ikut Pemerintah Saudi Arabia atau Lokal Indonesia, Ini Penjelasan Ulama Arab Saudi
istimewa
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 

IDUL Adha ikut pemerintah Saudi Arabia atau pemerintah Indonesia?

Sejumlah pertanyaan seperti itu muncul di grup-grup media sosial (medsos) maupun komentar-komentar netizen (warganet).

Sejumlah orang bingung karena hari ini, di Arab Saudi sudah melaksanakan Salat Idul Adha (Salat Id).

Wukuf di Arofah berlangsung Senin (20/8/2018) dan Idul Adha pada Selasa (21/8/2018). 

Di Indonesia, pemerintah atau lebih tepatnya sidang istbat di Kementerian Agama (Kemenag), memutuskan Idul Adha jatuh pada hari Rabu (22/8/2018) dan puasa Arofah pada Selasa (21/8/2018).

Tetapi, ada juga sebagian umat Muslim yang melaksanakan Salat Idul Adha hari Selasa dan bahkan ada yang hari Senin kemarin.

Guru Besar Hukum dari Monash University, Prof Nadisyah Hosen, kemudian menulis sebuah artikel yang dia unggah di akun facebooknya.

Nadirsyah Hosen, pengurus Nahdlatul Ulama di Australia, menulis empat penjelasan untuk menjawab pertanyaan tersebut, salah satunya mengutip pendapat ulama Arab Saudi.

"Ada kelompok lain (Dewan Dakwah Islamiyah, Partai Keadilan Sejahtera, Hizbut Tahrir dan yang lainnya) memandang bahwa Idul Adha itu bersifat global alias mengikuti ketentuan Pemerintah Saudi," tulis Nadirsyah Hosen di akun facebooknya.

Karena itu, kelompok ini melaksanakan ibadah Salat Idul Adha pun mengikuti Pemerintah Arab Saudi. 

Halaman
123
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved