Breaking News:

Gempa Bumi

Fahri Hamzah Curiga Pemerintah Bokek sehingga Mendagri Minta Duit ke 33 Gubernur untuk Gempa Lombok

Fahri Hamzah curiga pemerintah tak punya uang sehingga minta para gubernur bantu pembiayaan bencana di Lombok, NTB.

Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
photo collage/wartakotalive.com
Presiden Joko Widodo dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. 

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah menyesalkan sikap pemerintah pusat yang belum juga menyatakan bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai bencana nasional.

Permintaan Fahri Hamzah agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan gempa di Lombok sebagai #bencananasional justru direspon Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang meminta sumbangan kepada para gubernur se-Indonesia.

Fahri Hamzah mengatakan, surat Mendagri yang ditujukan kepada para gubernur itu diteken Senin (20/8/2018).

Menurut Fahri, surat Mendagri itu sekaligus mengindasikan bahwa keuangan pemerintah pusat saat ini sudah sangat tertekan.

Baca: Fahri Hamzah Bikin Puisi Soal Bencana: Tenda-tenda Beterbangan, Kembalilah

Baca: Fahri Hamzah-Rizieq Shihab Ungkap Peran KH Maruf Amin Dalam Gerakan Umat Hadapi Ahok

"Langkah mendagri ini mengisaratkan bahwa keuangan pusat sudah cukup tertekan. Sehingga lagi2 hrs "meminta ke daerah"," tulis Fahri Hamzah di akun twitternya.

Surat Mendagri Tjahjo Kumolo yang meminta bantuan ke pemerintah daerah menunjukkan pemerintah ingin menyerah dan lempar handuk. 

"Kalau pemerintah pusat mau lempar handuk, lebih baik terbuka dan jujur. Biar kita sekalian galang sumberdaya masyarakat saja. Negara Gak usah ikut. Kalau memang nggak sanggup," ujar Fahri Hamzah.

Surat Mendagri Tjahjo Kumolo kepada para gubernur meminta bantuan dana untuk menanggulangi korban gempa Lombok, NTB. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mencurigai pemerintah tak mempunyai uang sehingga meminta bantuan kepada daerah.
Surat Mendagri Tjahjo Kumolo kepada para gubernur meminta bantuan dana untuk menanggulangi korban gempa Lombok, NTB. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mencurigai pemerintah tak mempunyai uang sehingga meminta bantuan kepada daerah. (@fahrihamzah)

Fahri juga mencurigai pemerintah pusat ingin lepas tangan dalam kasus bencana yang terjadi di Lombok, NTB. Meski gempa hampir terjadii 1.000 kali, gempa di daerah ini masih berstatus bencana daerah.

Baca: Susno Duadji Posting Video LRT Palembang Mogok, Fahri Hamzah Sindir OTT KPK

Baca: Idul Adha di Arab Saudi dan Indonesia Beda Sehari, Menteri Agama Minta Tak Perlu Dibesarkan

"Bagi saya, ini nampaknya pemerintah pusat mau lepas tangan: karena surat itu blm tentu mendapat sambutan dr pemda lain krn kondisi keuangan pemda juga tdk merata bahkan tdk mampu," ujar Fahri Hamzah.

Simak beberapa twit Fahri Hamzah berikut ini.

@Fahrihamzah 6h6: Sedih mendengarnya karena tidak seperti seharusnya negara bersikap...ini soal nyawa dan hancurnya kehidupan warga negara....gempa hampir 1000x dan entah kapan akan berhenti...bisakah negara mengumumkan berhentinya gempa? konsumen parawisata tahu itu...

@Fahrihamzah 4h4: Ada yg kirim ke saya dua buah surat dari @Kemendagri_RI meminta agar pemda2 membantu #BencanaNTB . Secara teknis takkan mudah sebab itu memakai APBD-P. Surat diteken hari ini tgl 20 Agustus waktu Jakarta. Kasihan #DapilNTB .

@Fahrihamzah 4h4: Kalau benar, Intinya: kementerian dlm negeri menginstruksikan kpd pemda seluruh indonesia utk membantu keuangan pemda NTB yg di ambil dr sisa lebih (silpa) APBD setiap daerah. Catatan: tiap daerah memiliki silpa yg berbeda2. Sehingga jumlah nominal bantuan tdk optimal.

@Fahrihamzah 4h4: Bagi saya, ini nampaknya pemerintah pusat mau lepas tangan: karena surat itu blm tentu mendapat sambutan dr pemda lain krn kondisi keuangan pemda juga tdk merata bahkan tdk mampu. Selama ini pusat sudah terlalu membebani daerah dgn alokasi2 anggaran operasional.

@Fahrihamzah 4h4: Langkah mendagri ini mengisaratkan bahwa keuangan pusat sudah cukup tertekan. Sehingga lagi2 hrs "meminta ke daerah". Padahal anggaran daerah tidak leluasa karena alokasinya yang relatif kaku, baik DAU, DAK atau Dana Bagi Hasil. Inikah alasan sebenarnya?

@Fahrihamzah 4h4: Kalau pemerintah pusat mau lempar handuk, lebih baik terbuka dan jujur. Biar kita sekalian galang sumberdaya masyarakat saja. Negara Gak usah ikut. Kalau memang nggak sanggup. #BencanaNasionalForNTB

Inilah surat Mendagri kepada para gubernur. Di Indonesia ada 34 provinsi dan ini artinya ada 34 gubernur.

Setelah dikurang Provinsi NTB yang terkena bencana, berarti surat Mendagri untuk meminta bantuan dikirim kepada 33 gubernur.

 

 Fahri Hamzah Minta Jokowi Putuskan Bencana Nasional

Sebelumnya, melalui akun twitter, Fahri Hamzah juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menetapkan status bencana nasional.

"Hampir 1000 kali gempa dan ratusan ribu pengungsi apakah kurang? Dari Arofah aku memohon," tulis Fahri Hamzah.

Simak beberapa twit Fahri berikut ini.

@Fahrihamzah: Pak @jokowi , Pimpin negara untuk memutuskan cara membantu rakyat NTB. #LombokSumbawaBerduka maka putuskanlah status apapun yang penting ada bantuan besar. Hampir 1000 kali gempa dan ratusan ribu pengungsi apakah kurang? Dari Arofah aku memohon.

@Fahrihamzah: Negara mesti hadir dalam tindakan yang besar. Karena negara merupakan perhimpunan seluruh sumber daya masyarakat. Ia wujud dari kekokohan kolektif energi bangsa. Ayolah pak @jokowi ambil keputusan cepat, kerahkan sumberdaya negara. #BantuNTB

@Fahrihamzah: Rakyat kita memang kuat. Masyarakat sipil bekerja menghimpun dana2 sosial, dengan tindakan yang spesifik tapi hanya pada spot yang terbatas. Negara bisa hadir melampaui nya. Mestinya dengan kesigapan yang cepat dan tangkas. Ayolah pak @jokowi turunlah. #BantuNTB

@Fahrihamzah: Jika negara lamban, maka masyarakat bisa kehilangan kepercayaan pada negara. Negara wajib hadir. Terutama dalam keadaan ketika alam seperti memberi kita hukuman. Allah maha tau apa yg terjadi. #BantuNTB

@Fahrihamzah: Kehadiran negara dirasakan melalui tindakan2nya. Melalui kemenyeluruhan tindakannya, karena kapasitas nya yang sangat besar, bukan sekedar menghimpun dana sosial dari satu-dua orang atau sekelompok orang; namun menghimpun dari seluruh sumberdaya negara. #BantuNTB

 @Fahrihamzah: Tindakan negara terwujud melalui dua alas. Pertama melalui regulasi. Kedua melalui budget. Melalui regulasi, status bencana NTB perlu ditinjau ulang. Ditingkatkan menjadi bencana nasional, agar negara terlibat penuh melalui struktur raksasanya dalam penyelesaian bencana Lombok.

@Fahrihamzah: Struktur yang raksasa misalnya dengan membentuk badan rehabilitasi, akan mempercepat pemulihan NTB, memulihkan pariwisata Lombok, juga mengembalikan keceriaan warga. Jangan biarkan mereka terlalu lama dalam duka. Terlalu lama dalam tenda. #BantuNTB

@Fahrihamzah: Sampai saat ini, kita belum dengar ada "kelembagaan nasional" untuk penanganan gempa NTB. Jakarta masih merespon bencana Lombok dengan birokrasi normal. Sementara Pemda diminta berdiri kokoh menanggapi gempa. Sedangkan orang2 Pemda juga sebenarnya adalah korban.

@Fahrihamzah: Aparat Pemda saya saksikan sendiri kebingungan dengan skala bencana ini. Mereka juga korban, tapi kita meminta mereka untuk mengurus diri mereka mandiri. Sungguh tindakan yang tidak bijak. #BantuNTB

@Fahrihamzah: Melalui budgeting. Negara sudah menjanjikan 4T untuk Lombok saja. Ini yang mesti kita pantau bersama. 4T mesti dirasakan kehadirannya. Birokrasi pembiayaannya mesti ringkas. Keringkasan itulah yang kita baca melalui penguatan kelembagaan. #BantuNTB

@Fahrihamzah: Dengan regulasi dan budgeting yang tanggap bencana itulah Maka harapan pemulihan Lombok dapat kita susun dalam time frame yang jelas. Dengan demikian kita bisa mengestimasi waktu kerja kita. Ada jadwal dan ada kepastian. Jangan seperti sekarang negara nampak gamang.

@Fahrihamzah: Apalagi, bencana ini dekat dengan momentum Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019. Kita mempercepat pemulihan nya, agar bencana ini tidak tersandera oleh momentum politik. Agar mereka tidak dilupakan atau dimanfaatkan.

@Fahrihamzah: Dengan ikhtiar itulah kita bekerja. Dengan ikhtiar dan kesungguhan itulah kita memohon kepada Allah, bahwa kita telah berusaha sungguh2, agar Allah menurunkan pertolongan-Nya atas musibah dan derita yang kita alami bertubi-tubi. #BantuNTB

@Fahrihamzah : Tapi Ada Pulau Bungin yg Pernah dinobatkan sebagai pulau terpadat di dunia. Malam ini bungin terbakar. Saya mendengar tangisan rakyat melalui video yg baru saya terima. Marilah kita segwra bertindak. Ini saatnya menggalang negara. #BantuNTB

@Fahrihamzah : Pak @jokowi , Saya menulis pesan ini dari dalam tenda di Arofah, tempat saya bermalam. Ada keanehan malam ini tak seperti biasa, Arofah dipukul hujan dan angin kencang. Saya merasa menemani bangsa saya sendiri yg ditimpa bencana. #BantuNTB

@Fahrihamzah : Pada batas itu saya menemukan kesadaran, bahwa Tuhan menggenggam nasib kita. Dan kita merasa kecil dan sepi. Maka, saling peduli dan bekerjasama dalam kebaikan hati akan menyembuhkan luka yg lahir hari-hari. Di situ negara harus lebih peduli. #BantuNTB

@Fahrihamzah : Itu saja yang terlintas dari dalam tenda yang ditempa hujan dan angin di padang Arofah ini. Semoga Allah SWT melindungi buni kita, melindungi Ummat manusia dan bangsa Indonesia di dalamnya. Hasbunallah wa ni’mal wakil. #BantuNTB #BencanaNasionalForNTB

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved