Info Kementerian

Siswa Indonesia Boyong 3 Emas Lewat Ajang Olimpiade Internasional di Thailand

Mereka berhasil memboyong tiga medali emas, dua perak, dan tiga perunggu dalam kompetisi 12nd International Earth Science Olympiad (IESO).

Istimewa
Mereka berhasil memboyong tiga medali emas, dua perak, dan tiga perunggu dalam kompetisi 12nd International Earth Science Olympiad (IESO) yang berlangsung di Mahidol Kanchanaburi, Thailand. 

Ia juga berharap para siswa sejawatnya untuk bisa mengikuti jejaknya bisa meraih prestasi sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.

“Apa yang sedang kita lakukan apapun hasilnya kita harus mempersembahkan yang terbaik, sekecil apapun peluangnya. Saya pun memulai dari bawah mengikuti kompetisi di tingkat kota, kemudian provinsi, dan nasional. Dengan kita tetap tenang dan fokus akhirnya berhasil ikut pada ajang internasional dan mendapatkan juara,” pesan Geoffrey yang gemar membaca dan berenang untuk para Siswa Indonesia.

IESO adalah ajang kompetisi siswa pra-perguruan tinggi (sekolah menengah) bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan mengenai geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi) dan astronomi.

Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO), merupakan suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra-perguruan tinggi maupun perguruan tinggi.

Keberangkatan tim IESO didampingi oleh tim pembina Drs. Zadrach L. Dupe, MSc. (Prodi Meteorologi ITB), Dr. Ichsan Ibrahim (STMIK Indonesia Mandiri), Dr. Akmaluddin (Departemen Teknik Geologi UGM), dan perwakilan Kemdikbud Mulkirom, S.Pd.

Zadrach L. Dupe menjelaskan, uji kemampuan siswa pada kompetisi ini berupa tes tertulis dan tes praktek di lapangan.

Selain itu terdapat juga kompetisi berkelompok yang menjadi ciri dari IESO yang disebut ITFI (International Team Field Investigation) dan ESP (Earth Science Project). ITFI merupakan kerja sama lintas negara untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan ilmu kebumian.

Dalam kompetisi ini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota yang terdiri atas siswa dari berbagai negara yang kemudian harus melaksanakan tugas berupa investigasi lapangan.

Sedangkan pada kompetisi ESP, setiap kelompok membuat riset mengenai satu masalah dan mengajukan solusi yang berkesinambungan dalam bentuk presentasi poster yang kemudian dipamerkan dan dinilai oleh para juri. Tim USA menjadi juara umum IESO 2018 dengan perolehan empat medali emas.

Mengikuti rekam jejak para pelajar Indonesia sejak awal keiikutsertaannya dalam kancah olimpiade sains internasional, Suharlan mengatakan, prestasi anak bangsa semakin meningkat dan membuktikan bahwa Indonesia mampu berbicara ditingkat dunia dalam bidang sains.

Halaman
1234
Editor: Achmad Subechi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved