Gempa Lombok

Fahri Hamzah Memohon dari Arafah Agar Jokowi Tetapkan Gempa NTB Sebagai Bencana Nasional

Kehadiran negara, lanjutnya, dirasakan melalui tindakan menyeluruh melalui dua alas, yakni regulasi dan penganggaran.

Fahri Hamzah Memohon dari Arafah Agar Jokowi Tetapkan Gempa NTB Sebagai Bencana Nasional
youtube Fahri Hamzah Official
Fahri Hamzah saat acara 'ngopi bareng fahri' di Makassar. 

Tetapi, dana-dana sosial yang terkumpul, katanya, belum dapat memulihkan NTB kembali pasca-bencana. Fahri Hamzah lantas meminta Jokowi segera turun tangan.

Baca: Faisal Basri: Siapa Bilang Indonesia Sekarang Kaya?

"Rakyat kita memang kuat. Masyarakat sipil bekerja menghimpun dana2 sosial, dengan tindakan yang spesifik tapi hanya pada spot yang terbatas. Negara bisa hadir melampaui nya. Mestinya dengan kesigapan yang cepat dan tangkas. Ayolah pak @jokowi turunlah. #BantuNTB," tulisnya.

"Jika negara lamban, maka masyarakat bisa kehilangan kepercayaan pada negara. Negara wajib hadir. Terutama dalam keadaan ketika alam seperti memberi kita hukuman. Allah maha tau apa yg terjadi. #BantuNTB," tambah Fahri Hamzah.

Kehadiran negara, lanjutnya, dirasakan melalui tindakan menyeluruh melalui dua alas, yakni regulasi dan penganggaran.

Lewat regulasi, status bencana NTB perlu ditinjau ulang, ditingkatkan menjadi bencana nasional, agar negara terlibat penuh melalui struktur raksasanya dalam penyelesaian bencana Lombok.

Baca: Pergoki Suami Selingkuh, Istri Babak Belur

Baca: Denada Terpaksa Harus Menutup Kaca Jendela di Kamar Mandi Demi Shakira

Baca: Meski Dilarang, Masih Ditemukan Pedagang Hewan Kurban Berjualan di Atas Trotoar di Jaktim

Melalui budgeting, negara menganggarkan dana pemulihan sebesar Rp 4 triliun khusus Lombok.

Dana bantuan tersebut, katanya, mesti dirasakan kehadirannya. Birokrasi pembiayaan pun diharapkannya mesti ringkas melalui penguatan kelembagaan.

"Struktur yang raksasa misalnya dengan membentuk badan rehabilitasi, akan mempercepat pemulihan NTB, memulihkan pariwisata Lombok, juga mengembalikan keceriaan warga. Jangan biarkan mereka terlalu lama dalam duka. Terlalu lama dalam tenda," papar Fahri.

"Dengan regulasi dan budgeting yang tanggap bencana itulah Maka harapan pemulihan Lombok dapat kita susun dalam time frame yang jelas. Dengan demikian kita bisa mengestimasi waktu kerja kita. Ada jadwal dan ada kepastian. Jangan seperti sekarang negara nampak gamang," bebernya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved