Alamat Pemilik Mobil Lamborghini di Gang Sempit Kawasan Kapuk, Ayah Dedeh: Lihat Saja Enggak

Rusdi bingung saat petugas Samsat Jakarta Barat datang ke rumah saat menagih tunggakan pajak Lamborghini sebesar Rp 107 juta.

Alamat Pemilik Mobil Lamborghini di Gang Sempit Kawasan Kapuk, Ayah Dedeh: Lihat Saja Enggak
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Petugas Samsat Jakarta Barat mendatangi rumah di Jalan Kapuk RT 03 RW 13, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, untuk menagih tungakan pajak mobil Lamborghini sebesar Rp 107 juta, Senin (20/8/2018). 

WARTA KOTA, CENGKARENG---Rusdi, ayah Dedeh Rustiyah, yang tinggal di Jalan Kapuk 23 RT 03 RW 13, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, kebingungan ketika petugas dari Samsat Jakarta Barat datang ke kediamannya, Senin (20/8/2018).

Petugas Samsat menayanyakan mobil Lamborghini yang belum membayar pajak.

Rusdi mengaku belum melihat bentuk mobil super mewah tersebut.

Baca: Tunggakan Pajak Kendaraan di Jakarta Barat Mencapai Rp 1,1 Triliun

Elling Hartono, Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB BBNKB) Administrasi Jakarta Barat, bersama anggota lainnya, mendatangi ke rumah Dedeh Rustiyah.

Rumah yang terbilang mungil itu berlokasi di gang sempit. Hanya orangtua Dedeh, Rusdi dan Saiyah, yang menyapa petugas dengan mimik wajah kebingungan.

Mobil Lamborghini atas nama Dedeh dan mempunyai status pengusaha ponsel terbesar di Jakarta.

Saat petugas memberikan penjelasan terkait tunggakan pajak sebesar Rp 107 juta, orangtua Dedeh panik.

Pengakuan Rusdi pun, tidak pernah sekali pun ia melihat bahkan menyentuh mobil supercar milik bos anaknya tersebut.

Baca: Pembayaran Pajak Online Mengurangi Antrean Pembayaran Pajak di Loket Pembayaran

Rusdi mengatakan, anaknya sempat menceritakan mengenai mobil Lamborghini ke dirinya.

"Mobilnya berapa miliar. Itu mobil milik bosnya dan memang memakai identitas anak saya. Saya enggak tahu kenapa harus menggunakan identitas anak saya. Melihat mobilnya saja saya belum pernah apalagi menyentuhnya pak. Ada juga orang bank datang ke rumah saya tanyain masalah utang. Indentitas, pakai nama anak saya tapi ternyata bukan anak saya. Ini trauma permasalahan begini," kata Rusdi kepada petugas Samsat Jakarta Barat.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved