Asian Games 2018

Pelatih Cerita Jerih Payah Defia Sebelum Raih Medali Emas Asian Games 2018

Manager Tim Taekwondo Indonesia Rahmi Kurnia menceritakan perjuangan berat yang ditempuh Rosmaniar Defia sebelum bisa memenangi medali emas.

Pelatih Cerita Jerih Payah Defia Sebelum Raih Medali Emas Asian Games 2018
Warta Kota/Rangga Baskoro
Manager Tim Taekwondo Indonesia Rahmi Kurnia di Plenary Hall JCC, GBK, Jakarta Pusat, Minggu (19/8). 

MANAGER Tim Taekwondo Indonesia Rahmi Kurnia menceritakan perjuangan berat yang ditempuh Atlet Taekwondo Indonesia, Rosmaniar Defia sebelum bisa memenangi medali emas.

Rahmi menceritakan 5 bulan sebelum Asian Games 2018. Ia bersama Defia terbang menuju Korea Selatan pada tanggal 11 Maret 2018, untuk berlatih.

Ia pun bersama Defia berangkat pada akhir Maret 2018.

Tepat satu minggu setelah tiba di Korea Selatan, ia menerima kabar bahwa Ayahanda Defia bernama Ermanto dipanggil 'Yang Kuasa'.

Namun karena ketatnya latihan yang dijalaninya, Defia terpaksa melewatkan momen melihat Ermanto untuk terakhir kalinya.

"Ayahnya meninggal Maret saat kami baru sampai Korea Selatan. Dia melewatkan proses pemakaman. Kami baru pulang ke Indonesia tanggal 20 April. Setelah mendatangi makam ayahnya, besoknya kami langsung berangkat lagi," kata Rahmi di Plenary Hall JCC, GBK, Jakarta Pusat, Minggu (19/8).

Defia sangat bersedih kala itu. Kemudian Rahmi mengatakan sesuatu kepada Defia sebagai bentuk motivasi.

"Saat pemakaman, yang saya katakan adalah 'Buat yang terbaik. Jadikan ayah mu bangga terhadap kamu. Semua sakit dan jerih payah akan terbayar. Biarkan indah pada waktunya, di podium kemenangan'," ucapnya.

Ia melanjutkan hari-hari dijalani Defia dengan penuh kesedihan.

Meski begitu, Defia berhasil mengkonversi hal tersebut dengan prestasi saat mengikuti kejuaraan Asia Taekwondo di Vietnam.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved