Total Tunggakan Penghuni Rusunawa di Jakarta Mencapai Rp 27 Miliar

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta menyebut jumlah tunggakan penghuni rusunawa mencapai Rp 27 miliar.

Total Tunggakan Penghuni Rusunawa di Jakarta Mencapai Rp 27 Miliar
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Bangunan rusunawa di Jakarta 

WARTA KOTA, PALMERAH---Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta menyebut jumlah tunggakan penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) jumlahnya dapat mencapai Rp 27 miliar.

Tunggakan rusunawa dikasifikasikan menjadi empat meliputi, tunggakan retribusi sewa, tunggakan listrik, ada tunggakan air, dan ada denda tunggakan. Selebihnya untuk tunggakan itu diwajibkan atas penghuni untuk melunasi.

"Jadi terhadap tunggakan retribusi sewa itu wajib dibayar oleh masyarakat penghuni rusun," kata Plt Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Meli Budiastuti, Kamis (16/8/2018).

Baca: Masih Banyak Tunggakan, Penghuni Keberatan Tarif Rusunawa Marunda Naik

Meli mengatakan, sejauh ini sebagian rusun sudah menggunakan sistem token listrik, namun masih ada lima lokasi rusun yang belum menggunakan token. Hal inilah juga yang berkontribusi pada kenaikan tunggakan.

"Ada lima lokasi rusun yang belum pakai token. Itulah yang mereka yang menggunakan meteran induk. Besarnya menunggak sekitar Rp 1,3 miliar. Sedangkan air masih meteran besar dan masih cukup tinggi, tunggakan airnya sekitar Rp 6,9 miliar di 24 lokasi rusunawa. Sesuai Pergub 111 bila dia melakukan keterlambatan maka ada denda tunggakan. Itu sampai sekarang totalnya Rp 7,9 miliar," kata Meli.

Meli mengatakan, denda yang tidak dibayarkan semakin lama akan semakin besar dan setiap bulan akan terus naik 2 persen.

Baca: Belum Ada Sosialisasi, Warga Rusunawa Marunda Menjerit Tarif Naik

Selanjutnya upaya Dinas Perumahan DKI akan berkoordinasi dengan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk mencari jalan keluar.

"Denda itu akan makin besar kalau tidak dilakukan pembayaran. Setiap bulan naik 2 persen. Inilah upaya kami nantinya akan melakukan review terhadap Pergub 111 jadi denda itu 2 persen flat dan tidak lagi per bulan. Kami akan upayakan itu," kata Meli.

Meli mengatakan, tunggakan yang ada sejauh ini berasal dari mayarakat umum dan masyarakat yang terprogram oleh pemerintah.

Meli mengatakan, tidak semua masyarakat umum juga mampu, tidak sedikit juga yang tidak memiliki kemampuan finansial.

Baca: Kenaikkan Tarif Rusun se-DKI, Ini Penjelasan Plt Kadis Perumahan Rakyat

Namun dihimbau kepada penghuni rusun yang memiliki kemampuan, untuk tertib menyelesaikan adminstrasi yang disepakati.

"Tapi terhadap pelanggaran-pelanggaran dia (penghuni) yang punya kemampuan tetap diberikan pemahaman bahwa dia harus tertib tinggal di rumah susun. Jadi terhadap pelanggaran tetap kita akan melalui proses tahapan sesuai mekanisme yang ada," kata Meli.

Kontan.co.id/Kiki Safitri
Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Dinas perumahan DKI Jakarta sebut tunggakan penghuni rusunawa mencapai Rp 27 miliar

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved