Breaking News:

Pilpres 2019

Ini Kelebihan dan Kekurangan Ma'ruf Amin Sebagai Cawapres Jokowi Menurut Pakar Komunikasi Politik

Pakar komunikasi politik Gun Gun Heryanto menilai, Ma'ruf Amin mempunyai sejumlah kelebihan dan kekurangan dalam ajang Pemilihan Presiden 2019.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Bakal capres cawapres Pilpres 2019 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin di sela-sela menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jl. Abdul Rahman Saleh , Senen, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018). 

TERPILIHNYA Ma'ruf Amin sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) Jokowi, ramai diperbincangkan masyarakat.

Pakar komunikasi politik Gun Gun Heryanto menilai, Ma'ruf Amin mempunyai sejumlah kelebihan dan kekurangan dalam ajang Pemilihan Presiden 2019.

Hal itu disampaikan Gun Gun Heryanto dalam acara diskusi politik bertajuk Book & Talk Rematch Jokowi vs Prabowo, di Mega Mall Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (15/8/2018).

Baca: Berkoalisi, Partai Berkarya Dukung Siapapun Capres dan Cawapres yang Direkomendasikan GNPF Ulama

Ketua Umum MUI itu, menurut Gun Gun Heryanto, dapat menjadi penyeimbang di tubuh koalisi Jokowi, dibandingkan dengan nama Mahfud MD yang sebelumnya digadang-gadang akan mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.

"Dia menjadi simpul titik keseimbangan politik bagi Jokowi, supaya tidak terjadi turbulence di partai pengusung Jokowi," papar Gun Gun Heryanto.

"Contohnya adalah sikap PKB, seandainya jadi Pak Mahfud, bisa saja ada partai yang keluar barisan," sambungnya.

Baca: Prabowo Subianto: Ulama dan Umat Islam Paling Rasakan Proses Penghancuran Ekonomi Indonesia

Gun Gun Heryanto menganggap Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) itu dapat merangkul umat muslim Indonesia di laga sengit Pilpres mendatang.

"Yang kedua, kelebihan Kiai Ma'ruf menurut saya adalah simbolik, representasi simbolik dari ceruk besar pemilih muslim Indonesia," ulasnya.

Selain kelebihan, Gun Gun Heryanto juga menyinggung kekurangan Ma'ruf Amin. Dosen FISIP UIN Jakarta itu berpendapat, Ma'ruf Amin akan kesulitan menjangkau generasi Y dan Z yang berada di rentang usia antara 17-41 tahun.

Baca: Ini Rahasia Zohri Bisa Lari Cepat

"Ada ceruk pasar pemilih yang rasanya sulit terpersuasi oleh Kiai Ma'ruf, yaitu kelompok milenial. Bicara Y dan Z generation di pemilu 2019, itu bicara soal angka 100 juta pemilih," papar Gun Gun Heryanto.

Gun Gun Heryanto menuturkan, salah satu karakter dari generasi Y dan Z dalam konteks komunikasi politik adalah interaktif, tidak suka yang aristokratik, lebih cair afiliasi politik, party ID-nya lemah, tapi senang dengan inovasi.

"Karakter-karakter itu menjadi kelemahan Kiai Ma'ruf," ucapnya. (*)

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved