Daniel Mananta Sebut Masyarakat Belum Bisa Hargai Kemerdekaan
PRESENTER Daniel Mananta (37) menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus bisa menghargai perjuangan pahlawan Indonesia.
Penulis: Arie Puji Waluyo |
PRESENTER Daniel Mananta (37) menegaskan bahwa masyarakat Indonesia, harus bisa menghargai sebuah perjuangan pahlawan Indonesia, untuk memerdekakan Tanah Air.
Daniel Mananta menjelaskan, perjuangan para pahlawan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengorbankan harga diri dan darahnya untuk tidak diraih oleh penjajah.
"Para pahlawan kita 73 tahun sangat berjuang sekali mempertahankan Indonesia. Misalnya ceritanya kalian lihat mereka ngumpet-ngumpet nya, mereka ketakutannya, sempet last minute hampir enggak jadi untuk membacakan proklamasi," kata Daniel Mananta ketika ditemui disela-sela waktu acara jumpa pers 'RCTI 29 Anniversary Celebration' di gedung RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (15/8/2018).
"Jadi benar-benar kayak mereka itu sampai ada yang mati juga di tembak sama penjajah ketika itu. Belum lagi ketika mereka sudah merdeka, mereka langsung diserang lagi sama Belanda untuk mengambil kembali kemerdekaannya. Sebenarnya mereka itu sampai mati-matian seperti itu untuk apa sih?," tambahnya.
Melihat perjuangan para pahlawan itu membuat Daniel berpikir, bahwa perjuangan para pahlawan tersebut apakah untuk dirinya? Atau untuk kepuasan semta saja.
"Sebenarnya mereka mati-matian itu untuk anak-anak mereka, cucu-cucu mereka. Pahlawan kita berjuang pada saat kemerdekaan, itu untuk kebebasan kita, generasi berikutnya. Nah, sekarang ini kita yang sudah tinggal di negara yang bebas dan merdeka, kadang malah suka kaya tidak menghargai lagi kmerdekaan tersebut," ucapnya.
Mengingat cermin masyarakat Indonesia yang seakan cuek dengan Kemerdekaan dan perjungan pahlawan, Daniel mengaku sering mengevaluasi diri sendiri.
"Gua suka evaluasi diri, apakah gua sudah menjadi orang Indonesia yang patut di perjuangin kemerdekaannya oleh para pahlawan kita dulu gtu ya. Krena dari zaman Jendral Sudirman memimpin perang gerilya, ketika dia di tandu dan menderita TBC juga , batuk-batuk berdarah," jelasnya.
"Coba lu bayangin ya, mereka lagi mau nyerang Belanda jika Jendral Sudirman tuh kaya nahan batuk nahan batuk, dan batuknya berdarah gtu, you know dan mreka sampai di tandu. Tetap aja dia (Sudirman) mimpin peperangan tuh didepan, jadi itu sekeren itu pahlawan kita gitu. Indonesia sudah 73 tahun merdeka, kita sudah memberikan apa untuk indonesia?," tuturnya.
Lanjut Daniel, ia menilai 73 tahun merdeka, Indonesia adalah negara yang kaya dari Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusianya.
Namun, ia juga menganggap masyarakat Indonesia belum memiliki mental yang kaya untuk memajukan Indonesia setiap tahunnya.
"Jadi sekarang ini ketika kita udh tinggal di negara yang kaya, ayo dong. Orang-orang nya juga mempunyai mental orang kaya gtu. Mental kaya itu dimana kita bisa peduli dengan negara kita sendiri," ujar Daniel Mananta