Sudah Dua Kali Jadi Gubernur Jabar, Aher Tidak Bisa Gantikan Sandiaga Uno Jadi Wagub DKI Jakarta

Meski hak mengusulkan ada di tangan partai pengusung, tetap harus merujuk pasal 7 ayat (2) Huruf n UU Nomor 10 Tahun 2016.

Sudah Dua Kali Jadi Gubernur Jabar, Aher Tidak Bisa Gantikan Sandiaga Uno Jadi Wagub DKI Jakarta
Warta Kota/Henry Lopulalan
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (tengah) dengan Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan (kiri) dan komisaris utama Independen Klemi Subiantoro (kanan) berfoto bersama sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB Tahun Buku 2017 di Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/2/2018). 

GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan tidak memenuhi syarat untuk diajukan sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, jika melihat ketentuan yang diatur dalam UU Pilkada.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, Selasa (14/8/2018).

Menurutnya, mekanisme pengisian posisi wakil gubernur yang kosong telah diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), termasuk syarat-syaratnya.

Baca: Aher Batal Jadi Caleg DPR karena Dapat Tugas Khusus dari PKS, Bakal Jadi Wakil Gubernur DKI?

"Sudah diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada," kata Bahtiar.

Meski hak mengusulkan ada di tangan partai pengusung, tetap harus merujuk pasal 7 ayat (2) Huruf n UU Nomor 10 Tahun 2016.

"Pak Aher sudah dua kali menjadi Gubernur Jabar, sehingga tidak boleh dicalonkan lagi menjadi Wagub DKI, sebagaimana tertuang dalam Pasal 7 ayat (2) huruf n UU Nomor 10/2016," jelas Bahtiar.

Baca: Begal Tewas di Saluran Irigasi Cikarang karena Panik Dikejar Massa

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam pasal 7 Ayat (2), calon gubernur dan wakil gubernur, calon bupati, calon wakil bupati, calon wali kota, dan calon wakil wali kota, harus memenuhi syarat-syarat tertentu.

Dalam Pasal 7 Ayat (2) huruf O misalnya, dinyatakan belum pernah menjabat sebagai gubernur untuk calon wakil gubernur atau bupati/walikota untuk calon wakil bupati/calon wakil walikota pada daerah yang sama.

"Pasal 7 Ayat (2) hurup N menyatakan belum pernah menjabat sebagai gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama untuk calon gubernur, calon wakil gubernur, calon bupati, calon wakil bupati, calon wali kota, dan calon wakil wali kota," paparnya.

Baca: Koalisi akan Lakukan Ini untuk Redam Kekecewaan Pendukung karena Jokowi Pilih Maruf Amin

Sebelumnya, Sandiaga Uno memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sandiaga Uno mundur karena menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Sesuai aturan, partai pengusung mengusulkan calon pengganti untuk dipilih di sidang DPRD. Beberapa nama mencuat, satu di antaranya adalah mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (Yongky Yulius)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved