Kasus Narkoba

Siswa-siswi SMKN 32 Jaksel Tegang Saat BNNP DKI Jakarta Lakukan Tes Urine

RATUSAN siswa SMK N 32 di Tebet, Jakarta Selatan terkejut ketika terdengar arahan dari pengeras suara.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ratusan siswa SMK N 32 di Tebet, Jakarta Selatan terkejut ketika terdengar arahan dari pengeras suara yang meminta mereka berkumpul di aula sekolah. 

Para siswa menunggu hasil tes urine dengan wajah tegang.

Namun, seketika berubah menjadi girang saat hasil tes menunjukkan mereka negatif naarkotika.

Hasil negatif

Janas selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 32 mengungkapkan, kegiatan itu diikuti sebanyak 580 siswa, guru dan karyawan sekolah.

Berada di salah satu zona merah penggunaan narkotika, yakni di kawasan Tebet, Janas bersyukur dari tes urine yang dilakukan di sekolah itu, hasilnya semuanya negatif.

"Ini bentuk pencegahan, kerjasama sekolah dengan BNNP DKI. Tahun kemarin juga kami lakukan kegiatan seperti ini dan hasilnya 100 persen bersih," katanya.

Sementara itu, Shilvya mengapresiasi keluarga besar sekolah itu yang terbukti bebas narkotika.

Meski demikian, ia menyebut, dalam sejumlah tes urin yang sebelumnya dilakukan di sejumlah sekolah, pihaknya juga menemukan siswa positif narkotika.

"Di SMK 32 hasilnya negatif semua. Tapi sebelumnya di sekolah lain kami menemukan ada enam siswa positif menggunakan ganja. Mereka kami lakukan rehabilitasi dengan konseling," ungkapnya.

Ia menambahkan, proses penanganan siswa yang terdampak narkotika agak berbeda dengan perlakukan kepada pengguna narkotika dewasa.

"Kita upayakan rehabilitasi dengan konseling, bukan dengan rehabilitasi rawat inap. Kalau memang mereka masih pakai meski sudah dilakukan konseling, baru dirawat inap," ungkapnya.

"Kami juga imbau kepada pihak sekolah, ketika ada siswa positif narkotika tapi masih dalam kategori pemakai awal, supaya siswa itu tidak dikeluarkan dari sekolah selama proses rehabilitasi berlangsung. Sebab, kalau dikeluarkan justru mereka bisa makin nakal bahkan bisa jadi pemain utamanya," imbuhnya.

Dari pengakuan para siswa yang mengkonsumsi narkotika, mereka mengaku terpengaruh lingkungan, dari pergaulan dan adapula yang mengaku punya masalah dengan orangtuanya.

"Inilah salah satu tujuan tes urine bagi pelajar. Selain pencegahan, bagi yang positif bisa dilakukan penanganan secara cepat dan akurat karena mereka umumnya masih mencoba-coba dan tidak tahu bahaya apa yang bisa ditimbulkan, baik soal kesehatan maupun dari sisi hukumnya," pungkas Shilvya

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved