Breaking News:

Sifat Pesimistis Muncul, Ternyata Ada Penelitian soal Pesimistis

Wilayah spesifik dari otak yang disebut nukleus kaudatus, dapat mengendalikan respons pesimistis seseorang.

Kompas
Ilustrasi. 

Ketika nukleus kaudatus mereka dirangsang, pengambilan keputusan menjadi tidak simetris.

Baca: Yakin Ekonomi Indonesia Masuk 10 Besar pada 2030, Jokowi: Kalau Diajak Pesimis Jangan Mau

Kera-kera itu mulai menolak jus, aspek negatif terlihat lebih besar sementara hadiahnya terdevaluasi.

Para peneliti juga menemukan bahwa aktivitas gelombang otak di nukleus kaudatus mereka berubah ketika pola pengambilan keputusan berubah.

Langkah selanjutnya adalah melihat apakah efek yang sama juga dapat terlihat pada manusia.

Sebelumnya, para ilmuwan telah mengaitkan aktivitas otak yang abnormal dengan gangguan mood seseorang ke wilayah yang terhubung langsung dengan nukleus kaudatus.

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi koneksi saraf-saraf tersebut.

Baca: Bambang Soesatyo Pesimistis Fahri Hamzah Pindah ke Golkar

Tidak mudah membuat kemajuan terkait hal ini, mengingat adanya kerumitan pada susunan otak.

Namun, para peneliti mengatakan bahwa hasil studi mereka sejauh ini menunjukkan bahwa nukleus kaudatus dapat mengganggu aktivitas dopamin – hormon yang mengatur mood dan kesenangan – di otak.

National Geographic Indonesia/Gita Laras Widyaningrum
Berita ini sudah diunggah di National Geographic Indonesia dengan judul Ini Wilayah Otak yang Berkaitan dengan Sifat Pesimis Menurut Peneliti

Editor: Aloysius Sunu D
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved