Pilpres 2019

PDIP Enggan Campuri Urusan MUI Soal Pengunduran Diri Ma'ruf Amin sebagai Ketua MUI

Nanti justru yang akan tampil adalah penampilan yang berbeda dengan culture yang sama.

PDIP Enggan Campuri Urusan MUI Soal Pengunduran Diri Ma'ruf Amin sebagai Ketua MUI
Warta Kota/Hamdi Putra
Ma'ruf Amin saat tiba di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk mendaftar sebagai bakal calon wakil presiden Joko Widodo, Jumat (10/8/2018). 

WARTA KOTA, MENTENG --- Joko Widodo telah menunjuk Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presidennya untuk berlaga dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019).

Penunjukan itu secara resmi diumumkan di Pelataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) sore.

Keesokan harinya, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menggelar deklarasi di gedung Joang 45.

Kemudian, keduanya menuju kantor Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) untuk mendaftar sebagai bakal capres dan cawapres.

Keduanya juga telah melaksanakan serangkaian pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Baca: 3 Kritik Guru Besar LIPI Terhadap Cawapres Jokowi: Tidak Tepat Bebani Maruf Amin di Usia Senja!

Saat ditunjuk sebagai cawapres Joko Widodo, Ma'aruf Amin masih menyandang jabatan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal itu menimbulkan polemik. Salah satunya datang dari Persaudaraan Alumni 212 yang meminta Ma'ruf Amin melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum MUI.

Tuntutan tersebut bertujuan agar MUI tetap menjadi organisasi keagamaan yang independen dan tidak terlibat dalam politik praktis.

"Kalau memang sudah mencalonkan diri, kami minta mundur dari MUI," kata juru bicara PA 212, Novel Bamukmin kepada Tribunnews, Minggu (12/8/2018).

Baca: Sudah Usia Lanjut, KH Maruf Amin Mengaku Tidak Ada Persiapan Khusus untuk Tes Kesehatan

Ma'ruf Amin ketika ditanya mengenai pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum MUI mengatakan bahwa MUI memiliki mekanisme sendiri terhadap dirinya.

"Nanti akan ada mekanisme organisasi, akan ada mekanisme penyesuaian," ujarnya di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Menyikapi hal tersebut, sembilan parpol pengusung Joko Widodo - Ma'ruf Amin enggan mencampuri urusan dapur MUI.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto yakin MUI memiliki perangkat aturan perihal Ma'ruf Amin.

Baca: KH Maruf Amin: Memangnya yang Boleh Cawapres Cuma Politisi, Pengusaha, dan Tentara?

"Beliau dengan menjadi cawapres terangkat untuk pengayom seluruh bangsa dan kemudian itu jauh melampaui seluruh penugasan-penugasan yang selama ini beliau terima sebagai ketua MUI," kata Hasto Kristiyanto di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).

"Akan tetapi, sosok KH Ma'ruf Amin sebagai seorang ulama kan tidak dihilangkan, nanti justru yang akan tampil adalah penampilan yang berbeda dengan culture yang sama, ya itu yang akan nampak dari sosok KH Ma'ruf Amin," kata Hasto Kristiyanto lagi. 

Penulis:
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved