Breaking News:

64 Anak Berbakat Ikuti Kejuaraan Catur Purnomo Yusgiantoro Cup

Utut Adianto mengapresiasi kejuaraan catur junior yang piala bergilir Prof Purnomo Yusgiantoro.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor:
Warta Kota/Feryanto Hadi
Puluhan anak berbakat turut serta dalam Kejuaraan Catur Junior Prof Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) ketiga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/8/2018). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU---Puluhan anak berbakat turut serta dalam Kejuaraan Catur Junior Prof Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) ketiga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mereka bertanding untuk memperebutkan piala bergilir Prof Purnomo Yusgiantoro.

Purnomo Yusgiantoro selaku pendiri PYC mengatakan, ajang ini menjadi bagian dalam melahirkan bibit-bibit baru pecatur Indonesia.

Baca: Jejak Langkah Utut Adianto, dari Grandmaster Catur ke Kursi Wakil Ketua DPR

"Kejuaraan catur junior ini menjadi kesempatan bagi anak-anak yang menyukai catur untuk mengukur kemampuannya dalam olahraga catur dan meraih prestasi," kata Purnomo di sela kegiatan, Sabtu (11/8/2018).

Kegiatan ini juga bisa dimanfaatkan bagi pecatur junior untuk meningkatkan jam terbang.

Hal ini dibuktikan dengan lahirnya Samantha Edithso, pemenang di Kejuaraan Catur Junior PYC tahun 2017 yang selanjutnya Samantha bisa menjadi juara dunia di kejuaraan Fide World Championship U-10 di Minsk, Belarusia, tahun 2018.

Baca: Indonesia Krisis Grand Master Catur, Sampai Kapan?

Ketua Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), GM Utut Adianto, yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi kompetisi catur junior yang diadakan oleh PYC.

Menurut Utut Adianto, dengan semakin banyaknya kompetisi, maka akan memungkinkan munculnya bibit baru yang bisa berkiprah di jenjang yang lebih tinggi dalam hal ini di tingkat internasional.

"Dengan kemenangan Samantha kemarin di ajang dunia, membuktikan PB Percasi masih bisa mencetak prestasi di tingkat dunia catur meskipun dalam kondisi yang berat," kata Utut Adianto.

Baca: Di Norwegia, Bidak Catur Bernuansa Arab Berusia 800 Tahun Ditemukan

Kompetisi itu diikuti oleh 64 anak dari sejumlah kota di Indonesia. Salah satu peserta, Hasbi (9), ingin menjadikan ajang itu untuk mengukur kemampuan sekaligus sebagai batu lompatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

"Selama ini saya ikut les catur. Ikut lomba ini buat adu kemampuan. Cita-cita saya memang ingin jadi pecatur dunia," kata siswa kelas IV SD Bojong Rawalumbu 9 itu.

Dalam kejuaraan itu, juara pertama diraih oleh Morado Simanjuntak dari Jakarta dengan.

Sedangkan juara kedua dan ketiga diduduki Miracle Carang Gesang dari Bogor, dan Ahmad Muzaki dari Sumatera Barat

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved