Gempa Lombok

468 Sekolah di Lombok Rusak Diguncang Gempa, KPAI Dorong Sekolah Darurat

"Pemetaan dan Penilaian kelayakan bangunan juga nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan rehab-rekonstruksi pasca gempa."

468 Sekolah di Lombok Rusak Diguncang Gempa, KPAI Dorong Sekolah Darurat
KPAI
Sekolah di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang mengalami kerusakan akibat gempa beberapa waktu lalu. 

WARTA KOTA, DEPOK--- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah untuk melakukan langkah darurat terkait gemba di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Terutama pendidikan anak di Lombok diadakan secara darutat agar proses belajar-mengajar tetap berlangsung.

Berdasarkan data yang diterima KPAI, tercatat 468 sekolah di Lombok rusak akibat diguncang gempa beberapa waktu lalu.

 Retno Listyarti, Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah yakni penilaian terhadap kelayakan bangunan sekolah.

Alasannya, orangtua dan anak-anak takut keluar rumah dan mendekati bangunan yang terkena dampak gempa.

Baca: Kemensos Gunakan 3 Pola Distribusikan Bantuan Korban Gempa Lombok

"Pemetaan dan Penilaian kelayakan bangunan juga nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan rehab-rekonstruksi pasca gempa," kata Retno Listyarti kepada Warta Kota, Sabtu (11/8/2018).

Kedua, kata dia. Dinas Pendidikan setempat mengerahkan para Kepala sekolah, pengawas, guru, dan pegawai agar bekerjasama melakukan pendataan terkini kerusakan sekolah masing-masing.

"Updata data seperti jumlah ruang yang layak pakai, kursi meja kelas yang layak pakai, data korban jiwa yang terkait warga sekolah, dan menyusun rencana kegiatan pemulihan trauma atau trauma healing dengan bekerjasama bersama Dinas Sosial dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak setempat," katanya.

Dinas Pendidikan setempat, menurut Retno, dapat menggunakan data dan pemetaan dari para kepala sekolah untuk merencanakan sekolah darurat sesuai kebutuhan.

Baca: Gempa Lombok, Siapa pun Capres dan Cawapresnya, Masyarakat Lombok Butuh Bantuan

"Tentu saja berkoordinasi dengan Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved